19 October 2021, 23:28 WIB

Kolaborasi Hutama Karya-BWA Renovasi Surau di Salah Satu Desa Terpencil di Sumbar 


Mediaindonesia.com | Nusantara

DESA Mandahiling Ludai, Pagaruyung, Sumatera Barat merupakan salah satu desa terpencil dengan mayoritas masyarakat muslim. Penduduknya berjumlah kurang lebih 150 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 500 orang.  

Disinilah keberadaan Surau Bungo berada. Surau ini menjadi satu-satunya tempat sarana ibadah masyarakat dan tempat anak-anak untuk belajar mengaji dan menghafal Al-Qur’an. Surau ini sering mendulang prestasi dalam kejuaraan lomba tahfidz, azan, pidato bahkan Musabaqah Tilawatil Qur’an sebagai juara umum di tingkat Nagari Pagaruyung. 

Namun prestasi yang didapat oleh murid-murid Surau Bungo tidak selaras dengan keadaan Surau Bungo yang sangat memprihatinkan. Bangunan Surau Bungo sudah banyak yang mengalami kerusakan.  

Yuhendri, pengajar sekaligus pengasuh di surau itu mengatakan, surau tersebut sudah berusia 15 tahun. Kini banyak bagian-bagian bangunannya yang mendesak untuk segera diperbaiki. Diantaranya, tiang penyangga atap sudah mulai lapuk karena dimakan rayap.  

“Bila tidak cepat-cepat diganti, dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa ambruk dan mencederai jamaah yang sedang sholat atau anak-anak yang sedang belajar. Kondisi tempat wudhu dan toiletnya pun sangat buruk, tidak layak untuk dijadikan tempat bersuci,” jelasnya.  

EVP Corporate Secretary PT Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan,  melalui  Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melakukan kolaborasi bersama BWA Inovasi Wakaf dengan Program Wakaf Khusus Dakwah untuk merenovasi total bangunan Surau Bungo Mandahiling. 

Tujuan dari renovasi surau tersebut adalah agar menjadi surau yang layak untuk tempat ibadah dan belajar mengaji serta menghafal Al-Qur’an. 

Baca juga : Pemkab Cirebon Gencarkan Percepatan Vaksinasi Covid-19

“Sumber dana pembangunan surau ini  berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Hutama Karya,” ungkapnya.  

Tjahjo menambahkan, selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Hutama Karya menjalankan Program TJSL BUMN, salah satunya program HK Peduli Umat Beragama yang hadir untuk memberikan bantuan kepada masyarakat sebagai salah satu bentuk toleransi beribadah, terkhusus di area sekitar proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).  

Proses renovasi dibagi atas tiga bagian bangunan yang meliputi bangunan utama surau seluas 100 meter persegi, bangunan tempat wudhu dan toilet seluas 35 meter persegi dan bangunan untuk tempat tinggal ustadz guru ngaji seluas 53 meter persegi. Proses renovasi total ini selesai pada tanggal 17 Agustus 2021 dan diresmikan pada tanggal 15 Oktober 2021. 

“Dalam rangka meningkatkan rasa toleransi umat beragama di Indonesia atas kebebasan beribadah dan meningkatkan kondisi sosial masyarakat serta optimalisasi pembangunan sarana prasarana ibadah melalui Program HK Peduli Umat Beragama di sekitar wilayah operasi perusahaan merupakan salah satu misi kegiatan Program TJSL Hutama Karya,” ujar Tjahjo. 

Peresmian Surau Bungo dihadiri oleh Tim Proyek Jalan Tol Ruas Padang-Sicincin dan jajaran manajemen Hutama Karya, Chief Finance Officer BWA Ichsam Salam, serta tokoh masyarakat dari Jorong Mandahiling.  

Ichsan Salam menjelaskan, dengan direnovasi totalnya Surau Bungo, diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, kegiatan belajar mengaji dan menghafal Al-Qur’an anak-anak di Jorong Mandahiling ini. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT