18 October 2021, 20:27 WIB

Kemendikbudristek Dorong Pengembangan Usaha Kain Tenun Di NTT


Widhoroso | Nusantara

PROGRAM Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi diluncurkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (17/10) yang dilakukan daring dan offline dengan protokol kesehatan yang ketat. PKW Tekun Tenun NTT merupakan program kerja sama antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek, Suharti dalam sambutannya mengatakan penyelenggaraan PKW Tekun Tenun NTT memiliki peranan penting dalam mendorong terciptanya wirausahawan muda dengan sasaran anak putus/tidak bersekolah pada rentang usia 15–25 tahun. Program tersebut diharapkan dapat mendorong geliat terciptanya wirausaha muda bidang tenun di Provinsi NTT agar lebih berkualitas dan dapat memiliki daya saing yang mampu mengangkat perekonomian tingkat lokal maupun internasional.

"Program PKW memiliki tujuan yang sangat mulia yaitu membekali peserta didik dengan cara melatih dan mendidik di bidang kewirausahaan serta keterampilan vokasi yang diharapkan dapat tumbuh dan berkembang jiwa maupun sikap kewirausahaan yang pada akhirnya mereka mampu untuk mendirikan rintisan usaha dengan dibimbing oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” ujar Suharti.

Ditambahkan Suharti, pada 2020 program PKW telah diarahkan untuk mendukung pengembangan ragam keterampilan di lima destinasi wisata yaitu Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Danau Toba, dan Likupang. Sedangkan 2021 dikhususkan untuk provinsi NTT dalam rangka mendukung pengembangan Tenun NTT.

"PKW ini merupakan salah satu upaya Kemendikbudristek untuk meningkatkan akses layanan pendidikan terutama untuk anak yang putus sekolah. Dengan PKW Tekun Tenun ini, kami berharap akan banyak anak muda di NTT yang berminat/tertarik dengan menenun untuk kemudian lahir usahawan muda bidang tenun," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Dekranas, Wury Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasi kepada Kemendikbudristek atas sinergi yang telah dilaksanakan bersama Dekranas dan Dekranasda Provinsi NTT dengan menginisiasi kegiatan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, serta menumbuhkan sikap mental wirausaha serta bantuan sarana produksi berupa alat tenun dan bahan baku lepada peserta program PKW. Ia mengatakan bahwa kain tenun merupakan warisan budaya Indonesia yang tidak hanya harus dilestarikan, namun harus dipromosikan pada wisatawan lokal maupun global.

"Generasi muda Indonesia juga harus dapat diajak mencintai produk kain tenun Indonesia. Saya sependapat dengan tema yang diusung oleh Mendikbudristek yaitu Tekun Tenun Indonesia, mengingat bahwa kain tenun akan kita usulkan sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO,” ungkapnya

Sedangkan Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Laiskodat, menyatakan kegembiraannya atas PKW Tekun Tenun NTT yang ditujukan untuk 1.000 peserta dari 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT serta siap menjaga kesuksesan keberlangsungan program tersebut.

"Dekranasda NTT baik di provinsi maupun kabupaten/kota siap memfasilitasi serta menjadi pangsa pasar tempat menjual hasil produksi dari peserta program PKW Tekun Tenun, sehingga pada akhirnya akan tercipta wirausahawan muda yang berdaya saing serta peningkatan ekonomi dari komoditi tenun di NTT," tegasnya. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT