18 October 2021, 11:35 WIB

Pemkab Lembata Dinilai Sukses Turunkan Angka Stunting


Alexander P. Taum | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Lembata dinilai Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, salah satu Kabupaten yang berhasil  menurunkan angka stunting hingga 2 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Mathias Beyeng kepada wartawan mediaindonesia.com, Senin (18/10).

Mathias menyebutkan, pada pertemuan Gubernur dan seluruh Bupati dan para kepala dinas kesehatan se NTT, minggu lalu di Labuan Bajo, Kabupaten Lembata dinilai cukup berhasil menurunkan angka stunting hingga Dua persen.

Ia menjelaskan para bupati se- NTT komit menurunkan kasus stunting di NTT tahun 2022 hanya 10 persen dari jumlah bayi yang ditimbang.

Mathias Beyeng mengatakan pihaknya menetapkan sejumlah langkah guna
mewujudkan komitmen tersebut.

Langkah pertama kata Mathias Beyeng, dirinya melakukan pertemuan dengan
seluruh kepala Puskesmas dan petugas gizi untuk membicarakan masalah
stunting dan langkah-langkah yang harus diambil sehingga  untuk tahun 2022 kasus stunting di Kabupaten Lembata hanya 10 persen.

Lebih lanjut Mathias Beyeng mengatakan petugas melakukan identifikasi
semua masalah terkait dengan penangan stunting.

Kedua merumuskan bersama langkah langkah pemecahan masalah. Ketiga
merumuskan apa- apa saja yang harus dilakukan untuk turunkan stunting.

Dan yang tak kala penting adalah masalah peran stakeholder yang lain
mislanya kader di desa, pemerintah desa, PKK desa yang mesti aktif dalam
penangaan masalah stunting.

Kadis Kesehatan Kabupaten Lembata juga mengatakan, setelah anak atau
bayi ditimbang berat badan di posyandu, maka mesti segera ditindaklanjut. Jika berat badannya kurang dan tinggi bayi tersebut juga kurang, maka segera dilakukan penangan bersama-sama baik oleh orang tua dan stake hoider yang ada di desa. (OL-13).

Baca Juga:Temukan Model Toleransi, Mahasiswa UNY Lulus PIMNAS ke-34

BERITA TERKAIT