17 October 2021, 21:40 WIB

Apindo Jawa Barat Ajak Asosiasi Bersinergi, bukan Berkompetisi


Bayu Anggoro | Nusantara

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat mendukung
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan pemulihan ekonomi di masa
pandemi.

Lembaga ini juga menyambut baik Surat Edaran (SE) Gubernur Jabar Nomor: 163/KB.05.01.02. Surat itu dinilai menjadi salah satu kebijakan untuk mendorong pemulihan dan peningkatan ekonomi, khususnya sektor industri di masa pandemi covid-19.

Ketua Apindo Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik, mengatakan, SE tersebut
dinilai bisa menjaga stabilitas iklim usaha, khususnya di Jabar.

"Semua pengusaha yang tergabung dalam berbagai macam asosiasi, harus
bersinergi menjaga kondusivitas dunia usaha. Tidak malah berkompetsi, terutama di era pandemi saat ini," ujngkap Ning, Minggu (17/10).

Dia mengatakan Jawa Barat memiliki potensi dan tantangan ekonomi yang
sama-sama besar. Poin salah satu surat edaran itu menyatakan kepada
perusahaan yang memiliki jumlah karyawan lebih dari 200 orang agar dapat bergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk memudahkan koordinasi dan kerja sama berkaitan dengan ketenagakerjaan dan hubungan industrial.

"Saya tegaskan kembali bukan berarti yang jumlah karyawannya di bawah
200 orang tidak penting. Tapi tujuannya agar usaha di Jabar terdata
dengan jelas sehingga memudahkan koordinasi dan kerja sama berkaitan
dengan ketenagakerjaan dan hubungan industrial," imbuh Ning.

Menurut dia, SE dibuat didasari atas keprihatinan karena banyak perusahaan yang melakukan relokasi atau keluar dari Jabar kemudian pindah ke provinsi lain. Ada juga perusahaan yang tutup dan semua tidak
tercatat dengan baik.

"Kami berpikir apabila memiliki data perusahaan sebagai anggota kami, maka ada beberapa hal yang bisa kami deteksi lebih awal, pelajari, petakan dan komunikasikan untuk kemudian dicarikan langkah solutif terbaik sehingga bisa kita cegah adanya relokasi maupun perusahaan yang tutup," paparnya.

Ning menuturkan, relokasi dan tutupnya perusahaan berdampak sangat besar. Salah satunya angka pengangguran naik secara signifikan.

Apalagi banyak perusahaan yang relokasi dan tutup ini adalah perusahaan padat karya dengan jumlah berkisar di 150 perusahaan sampai saat ini.

"Jumlah pengangguran terbuka kita di 2021 mencapai 2,1 juta atau
24,9% dari total angka pengangguran nasional," jelasnya.

Ning menanggapi terkait adanya keberatan dari Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (Aspanji) dan Perkumpulan Pengusaha Engijinering (PPEJB) mengenai poin pertama dalam SE yang ditandatangani Gubernur Jabar.

Menurutnya, dalam situasi yang sedang penuh perjuangan untuk pengusaha
ini, dibutuhkan kolaborasi serta suasana yang teduh untuk berusaha.

Ia menilai, SE tersebut membantu pengusaha mempersiapkan diri bangkit dari suasana pandemi. "Dalam beberapa kali komunikasi saya dengan beberapa Country Manager beberapa brand produk ternama, saya memperoleh kabar adanya industri yang tidak beroperasi lagi di Vietnam dan sedang mencari tempat tujuan investasi baru. Alhamdulillah Cirebon dan Indramayu termasuk menjadi tujuan investasi tersebut. Perusahaan-perusahaan baru ini adalah perusahaan padat karya, sehingga akan menyerap ribuan tenaga kerja, dan memiliki efek domino yang juga
besar," paparnya.

Ning menambahkan, Apindo Jawa Barat bangga dengan banyaknya asosiasi di Jawa Barat. Semakin banyak  Asosiasi, semakin tertata juga dunia usaha.

"Setiap asosiasi akan membina, menjaga, membantu anggotanya,"
ucapnya.

Hal itu akan makin maksimal jika ada lintas kolaborasi,
didasari oleh pikiran-pikiran positif serta visi yang sama.

"Sangat kerdil jika ada yang berpikir bahwa ada persaingan antar
asosiasi. Sejatinya Asosiasi di Jabar adalah bersaudara. Di dalam
keluarga besar Kadin. Saya sangat yakin, sebagai orangtua, Kadin akan
selalu mendukung anak-anaknya bekerja, bersatu, berkolaborasi dan
belajar untuk selalu saling memahami serta menghargai," tandas Ning. (N-2)

BERITA TERKAIT