15 October 2021, 18:05 WIB

Delapan Kecamatan Di Tuban Krisis Air Bersih


M Yakub | Nusantara

PUNCAK musim kemarau mengakibatkan 26 desa di 8 kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengalami krisis air bersih. BPBD setempat terus melakukan droping air bersih bagi desa yang mengalami kekeringan.

Kalaksa BPBD Tuban, Yudi Irwanto menjelaskan, puncak musim kemarau terjadi sejak akhir September lalu. "Setelah dilakukan assessment dari BPBD, diketahui terdapat 8 kecamatan, 26 desa, dan 46 dusun yabg mengalami kekeringan. Dari laporan Camat dan Kades, kita saring mana yang benar-benar membutuhkan bantuan air bersih," jelasnya, Jumat (15/10).

Adapun delapan kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Semanding, Grabagan, Rengel, Soko, Parengan, Montong, Jatirogo, dan Kenduruan. Menurut dia, delapan kecamatan itu yang harus segera mendapatkan distribusi air.

Meski demikian, kata Yudi, jumlah wilayah kecamatan ini berpotensi bertambah bila ada laporan permintaan air bersih dari kecamatan terdampak. "Karena awal musim hujan diprediksi terjadi di awal November, potensi bertambah pasti akan ada," tambahnya.

Yudi mengatakan, pendistribusian air telah dimulai sejak 13 Oktober dengan sasaran empat kecamatan. Yakni,  di Desa Jadi Kecamatan Semanding, Desa Tanggulangin Kecamatan Montong, Desa Pacing Kecamatan Parengan, dan Desa Jlodro Kecamatan Kenduruan. "Masing-masing desa kita droping tiga tangki air," ujarnya.

Dalam beberapa hari ini, lanjutnya, distribusi air juga dilakukan di Desa Ngandong dan Desa Gesikan  Kecamatan Grabagan, Desa Sumurgung Montong serta Desa Selogabus, Brangkal, dan Kumpulrejo Kecamatan Parengan.

BPBD juga tidak membatasi bagi desa yang membutuhkan air bersih. "Kita tidak membatasi, selama membutuhkan, dan sudah masuk dalam syarat assessment kita, kita akan droping air," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT