15 October 2021, 12:32 WIB

Telan Biaya Rp700 M, Bypass Bandara Lombok-Mandalika Rampung November


Insi Nantika Jelita |

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan, konstruksi Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL)–Mandalika rampung November mendatang.

Jalan tersebut mendukung akses ke Sirkuit Mandalika untuk Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK), November 2021, dan MotoGP, 2022 mendatang. Adapun, biaya pengerjaan konstruksi tersebut mencapai Rp700 miliar lebih.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Barat Reiza Setiawan menjelaskan pembangunan Jalan Bypass BIL– Mandalika sepanjang 17 km terdiri dari 3 paket pekerjaan, yakni Paket I sepanjang 4,3 km dengan kontraktor PT Nindya Karya-Bumi Agung (KSO) dengan anggaran sebesar Rp199 miliar.

Baca juga: Sumsel Kembangkan Lagi Paket Wisata Religi

Kemudian Paket 2 sepanjang 9,7 km kontraktornya PT Adhi Karya - PT Metro Lestari Utama (KSO) dengan anggaran senilai Rp353 miliar. 

Selanjutnya, untuk Paket 3 sepanjang 3,3 km, kontraktornya dilaksanakan oleh PT Yasa Patria Perkasa dengan anggaran senilai Rp152 miliar,"

"Pembangunan jalan utama telah selesai, dengan progres keseluruhan pekerjaan mencapai 97,4 %. Saat ini tengah dilakukan perapihan jalur lambat dengan target selesai pada 15 November 2021 dan PHO (tahapan pelaksanaan kegiatan PHO) pada 3 Desember 2021" ujar Reiza dalam keterangannya, Jumat (15/10).

Menurut Reiza, Pembangunan jalan Bypass BIL- Mandalika akan meningkatkan konektivitas dari Bandara BIL ke Kawasan Wisata Mandalika sekaligus mendukung akses menuju sirkuit MotoGP yang dibangun di kawasan Mandalika.

Jalan tersebut dibangun dengan lebar ROW 50 meter, 4 lajur yang dilengkapi median jalan dengan anggaran Rp 706 miliar pada tahun 2020 – 2021. 

Pihaknya memperkirakan, dibangunnya Bypass BIL-Mandalika akan mengurangi waktu tempuh BIL - Mandalika yang semula lebih dari 45 menit lewat jalan lama menjadi 15 menit. 

Kondisi jalan yang lama (eksisting) tersebut pasalnya hanya memutar sepanjang 23 km dan lebarnya hanya 7 meter sehingga dianggap PUPR masih kurang cukup. (OL-1)

BERITA TERKAIT