15 October 2021, 10:25 WIB

Jembatan Lengkung Alalak Jadi Destinasi Wisata Dadakan Warga Banjarmasin


Denny Susanto A | Nusantara

SEJAK difungsikan beberapa pekan terakhir jembatan Sungai Alalak yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala di Provinsi Kalimantan Selatan, tidak hanya ramai dilintasi para pengguna jalan tetapi
juga mendadak berubah menjadi destinasi wisata warga setempat.

Warga penasaran dan ingin menyaksikan keindahan serta keunikan jembatan Sungai Alalak yang merupakan jembatan lengkung pertama di Indonesia ini. Setiap hari terutama sore hingga malam, kawasan sekitar jembatan selalu padat dikunjungi warga. Kondisi ini dimanfaatkan para pedagang kaki lima dan asongan untuk berjualan.

Praktis kawasan jembatan ini menjadi destinasi wisata dadakan. Bahkan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor beberapa waktu lalu mengingatkan agar tidak berlama-lama berekreasi di areal jembatan karena pertimbangan kondisi pandemi covid 19 yang belum reda, terlebih untuk wilayah Kota Banjarmasin.

Jembatan Sungai Alalak dibangun dengan biaya Rp278 miliar oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Pandji. Jembatan yang dibangun sejak 2019 tercatat sebagai jembatan pertama di Indonesia menggunakan rancangan cable-stayed dan struktur jembatan lengkung. Bentang utama jembatan memiliki panjang 130 meter,  jembatan pendekat 125 meter, dan oprit jembatan sepanjang 425 meter.

Sebelumnya muncul polemik dan menjadi viral terkait penggunaan jembatan untuk kalangan tertentu sebelum diresmikan. Dalam waktu dekat Presiden Jokowi dijadwalkan akan meresmikan jembatan ini.

"Karena jembatan baru dan memang desainnya bagus sehingga warga banyak datang untuk melihat. Ya seperti wisata dadakan," ujar Ikhsan Alhaq, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Jumat (15/10).

Baca Juga: Jembatan Lengkung Pertama di Indonesia

Terkait wisata jembatan ini Pemko Banjarmasin telah menjadikan jembatan Pulau Bromo di wilayah Banjarmasin Selatan sebagai obyek wisata baru. Jembatan yang menghubungkan wilayah daratan Kota Banjarmasin dan pulau kecil bernama Pulau Bromo diresmikan awal 2021 lalu oleh Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Jembatan inipun dibangun dengan desain yang unik dan areal sekitar jembatan dibangun taman yang memang diplot sebagai obyek wisata. Masuk kategori jembatan gantung yang membelah anak Sungai Barito, jembatan ini sekaligus menjawab harapan sekitar 750 keluarga warga Pulau Bromo selama puluhan tahun mendambakan kemudahan akses.

Sebelumnya warga pulau yang bermukim di sepanjang tepi pulau ini dulunya adalah pekerja industri perkayuan ini, harus menggunakan transportasi perahu penyeberangan. Disamping wisata jembatan, keberadaan Pulau Bromo juga dijadikan sebuah destinasi wisata agro dan wisata Kampung Banjar. (OL-13)

Baca Juga: Jembatan Lengkung Sei Alalak 1 Banjarmasin Mulai Difungsikan ...

 

BERITA TERKAIT