14 October 2021, 22:35 WIB

Airlangga Janjikan Tahun Depan Program Kartu Pekerja Lebih Fokus ke Wilayah Timur


Yusuf Riaman | Nusantara


MENKO Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan penerima Kartu Prakerja untuk tahun depan akan diberi kesempatan lebih banyak ke wilayah Timur.
     
"Dari 514 kabupaten/kota yang ada memang tadinya lebih banyak di Jawa, sekarang kita geser ke wilayah timur," kata Airlangga Hartarto kepada wartawan Kamis (14/10) sore, di Siwa Clifft Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Airlangga mengatakan, program ini dilanjutkan tahun depan dengan anggaran sebesar Rp11 triliun, sedangkan tahun ini sebesar Rp21 triliun.

Dia menjelaskan, pendaftar program itu secara keseluruhan yang masuk sebanyak 75 juta. Dari jumlah yang diterima tahun lalu sebanyak 5 juta dan tahun ini diterima sekitar 5,6 juta orang.

"Tidak semua yang daftar diterima, karena ada persyaratannya," ujarnya.

Sebelumnya, Airlangga didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan rombongan melakukan dialog dengan penerima manfaat Kartu Prakerja.

Menteri menyebutkan jumlah pendaftar di NTB sebanyak 700 ribu dan yang diterima sebanyak 233 ribu, "Dari dialog tadi pendaftaran mereka kelihatannya lebih mudah dibandingkan daerah lain. Di daerah lain bisa berkali-kali sedangkan di NTB hanya satu dua atau tiga kali sudah masuk," katanya.

Sementara Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari berharap berbagai pelatihan dalam ekosistem program Kartu Prakerja dapat membantu meningkatkan skill masyarakat Lombok Tengah yang akan menjadi tuan rumah destinasi pariwisata dunia, seperti ajang balap motor World Superbike bulan depan dan MotoGP 2022.

Adanya pelatihan pengembangan keterampilan bagi warga lokal, dia optimistis hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, NTB tidak akan membuat masyarakat setempat terpinggirkan.

"Justru sebaliknya, KEK Mandalika memberikan potensi ekonomi tinggi. Di sinilah tampak manfaat Program Kartu Prakerja memberdayakan warga lokal," kata Denni Purbasari.
     
Dia memaparkan, ada sekitar 30 pelatihan dalam ekosistem Kartu Prakerja yang relevan dengan masyarakat kawasan destinasi pariwisata. Di antaranya menjadi tenaga kebersihan hotel, belajar menyambut tamu hotel untuk resepsionis hotel, belajar menerapkan layanan panduan lintas daerah untuk pemandu wisata (cakap), pramusaji di Hotel Berbintang (LPKN Mataram), belajar menerapkan layanan panduan umum untuk pemandu wisata (Rumah Siap Kerja), mengusai teknik pelayanan hotel sebagai resepsionis profesional ala hotel berbintang (AJARSkills.com) serta menyediakan layanan makanan dan minuman bagi seorang pramusaji (Baking World disusun oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia -PHRI).

Selain itu, Kartu Prakerja juga menyediakan pelatihan-pelatihan lain untuk memberdayakan warga lokal di lokasi pariwisata seperti bahasa Inggris, pemasaran/penjualan online, MS Office untuk tenaga administrasi, membuat website, desain grafis, fotografi, scriptwriting, customer service, dan akuntansi. (N-2)

BERITA TERKAIT