14 October 2021, 21:21 WIB

Indramayu Dapat Kucuran Rp11,8 Miliar dari BKKBN


Nurul Hidayah | Nusantara

BKKBN mengapresiasi komitmen Pemkab Indramayu dalam melaksanakan seluruh program BKKBN. Untuk itu, BKKBN menggelontorkan anggaran sebesar Rp 11,8 miliar untuk Kabupaten Indramayu.

ANGGARAN sebesar Rp 11,8 miliar digelontorkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, BKKBN mengapresiasi komitmen Pemkab Indramayu dalam melaksanakan seluruh program BKKBN. Untuk itu, BKKBN menggelontorkan anggaran sebesar Rp 11,8 miliar untuk Kabupaten Indramayu.

‘’Terima kasih untuk ibu Bupati Indramayu atas komitmennya kepada masyarakat dalam menyukseskan program Bangga Kencana,’’ tutur Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo, Kamis (14/10) di pendopo Indramayu. Program Bangga Kencana bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Hasto menjelaskan anggaran yang diberikan BKKBN kepada Pemkab Indramayu dapat digunakan untuk kegiatan percepatan vaksinasi serta kebutuhan lainnya. Seperti klaim jasa medis bagi bidan dalam penanganan persalinan dan lainnya.

‘’Sekarang sudah kami bantu anggaran. Jadi bidan atau tenaga medis tidak perlu repot lagi mengurus klaim melalui BPJS. Karena sudah disiapkan oleh bupati,’’ tutur Hasto.

Baca juga : Ikuti Saran Jokowi, Asror Masuk Kampus UMKM Shopee Solo

Bupati Indramayu, Nina Agustina, mengungkapkan perhatian BKKBN pusat untuk Kabupaten Indramayu merupakan hasil kerja keras semua pihak dan masyarakat.

‘’Sebagai salah satu daerah yang memiliki persoalan kualitas hidup penduduk, Kabupaten Indramayu telah membuat sejumlah skema penanganan,’’ tutur Nina.

Salah satu skema itu yaitu program pencegahan kasus stunting yang digagas dalam Gerakan Penanganan Stunting Indramayu Terpadu (Gesit).

‘’Kasus stunting menjadi perhatian serius kami,’’ tukas Nina. Ini dikarenakan stunting menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup penduduk.

Selain skema pencegahan stunting, Pemkab Indramayu juga fokus pada program pengendalian penduduk. Tujuannya agar terjadi keseimbangan populasi dengan kondisi sosial dan ekonomi daerah. Upaya pengendalian penduduk diantaranya dengan akan digelarnya kegiatan vasektomi dan tubektomi akhir Oktober nanti. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT