14 October 2021, 17:40 WIB

Muncul Klaster Covid-19 di Bantul, Level PPKM DIY Bakal Sulit Turun


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

KURVA kasus covid-19 di wiayah DI Yogyakarta diketahui sudah melandai. Adapun Yogyakarta masih menerapkan kebijakan PPKM level III. 

Namun, munculnya dua klaster baru covid-19 di wilayah Bantul dikhawatirkan menghambat penurunan level PPKM di Yogyakarta. "Tentu akan menyebabkan level kita sulit turun, kalau ada klaster (covid-19)," ujar Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji, Kamis (14/10).

Penentuan level PPKM mengacu pada konfirmasi kasus positif harian dalam satu pekan. Berikut, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit, angka kematian akibat covid-19, hingga rata-rata kasus positif.

Baca juga: Ada 607 Pasien Covid-19 di DIY Jalani Isolasi Mandiri

Lebih lanjut, Baskara mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta Dinas Kesehatan DIY untuk melakukan penelusuran secara menyeluruh. Terutama, kepada warga yang memiliki kontak erat yang pasien covid-19.

Terkait munculnya dua klaster baru di Bantul, masyarakat dinilai mulai abai terhadap protokol kesehatan. Pemprov DI Yogyakarta pun meminta masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan. Sehingga, tidak terjadi lonjakan kasus covid-19.

"Sudah tahu positif masih datang senam dan ada yang sakit ditiliki (dibesuk). Seharusnya tidak boleh," pungkas Baskara.

Baca juga: Kasus Melandai, RSUD Prabumulih Nihil Pasien Covid-19

Sebelumnya, muncul dua klaster baru di Bantul, yaitu klaster senam dan klaster tilik. Adapun klaster senam muncul saat warga di Padukuhan Mbelan, Kelurahan Sidomulyo, mengikuti aktivitas senam bersama. Sebanyak 9 orang dinyatakan positif covid-19.

Lalu, klaster tilik muncul saat warga Padukuhan Gokerten, Kalurahan Srigading, menjenguk salah satu warga yang tengah sakit. Warga yang dijenguk kemudian dinyatakan positif covid-19. Setelah dilakukan penelusuran, 9 warga juga positif terinfeksi covid-19.(OL-11)
 


BERITA TERKAIT