14 October 2021, 17:17 WIB

Iklim Investasi Di Cianjur Turun Drastis Akibat Pandemi


Benny Bastiandy | Nusantara

NILAI investasi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tahun ini ditargetkan sebesar lebih kurang Rp1,8 triliun. Sayang, masih berlangsungnya pandemi covid-19, target tersebut kemungkinan akan dicapai dengan ngos-ngosan.

Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Ahmad Riadi, mengaku dampak pandemi covid-19 terhadap iklim investasi sangat signifikan. Tahun ini saja, baik penanaman modal dalam negeri (PDMN) maupun penamanan modal asing (PMA) nyaris turun signifikan.

"Tahun sekarang, investasi itu sudah kami target Rp1,8 triliun. Tapi dengan kendala covid-19 seperti ini, akhirnya PMDN dan PMA kurang begitu signifikan bahkan nyaris tidak ada," jelas Ahmad kepada Media Indonesia, Kamis (14/10).

Namun, lanjut Ahmad, ada alternatif solusi lain agar realisasi penerimaan nilai investasi tetap bisa memenuhi target. Saat ini terus digenjot kemudahan izin berusaha bagi para pelaku UMKM.

"Untuk mendongkrak investasi, kita berikan layanan kemudahan izin berusaha bagi pelaku usaha risiko rendah atau UMKM. Alhamdulillah, dari sektor ini investasinya naik," tutur Ahmad.

Apalagi pelayanannya dilakukan dengan cara jemput bola ke setiap wilayah kecamatan dengan program Si Jempol (Sistem Jemput Bola Pelayanan). Seperti yang sudah dilakukan di Kecamatan Cugenang, Gekbrong, dan lainnya.

"Alhamdulillah, nilai investasinya sudah di atas Rp1 miliar. Itu dari UMKM saja. Belum satu bulan sudah lebih dari Rp1 miliar," ucapnya.

Hingga saat ini realisasi penerimaan investasi di Kabupaten Cianjur sudah mencapai 68% dari target Rp1,8 triliun. Jika dinominalkan nilainya mencapai lebih kurang Rp1,2 triliun.

"Memang belum final karena masih ada waktu kita mengejar target hingga akhir tahun. Sampai sekarang baru tercapai sekitar 68%," imbuhnya.

Namun Ahmad optimistis target investasi sebesar Rp1,8 triliun pada tahun ini bisa tercapai. Dengan berbagai kemudahan izin berusaha yang diberikan, lanjut Ahmad, sekaligus juga menggairahkan kembali sektor UMKM di Kabupaten Cianjur.

"Dengan begitu maka roda perekonomian akan kembali pulih. Insya Allah," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT