14 October 2021, 16:08 WIB

Bupati Sleman akan Tutup PTM Jika Temukan Kasus Positif


Agus Utantoro | Nusantara

BUPATI Sleman Kustini Sri Purnomo menegaskan akan menutup kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) jika ditemukan adanya kasus positif covid-19 di sekolah yang melaksanakan PTM.

"Jika nanti ditemukan adanya kasus positif 1 orang siswa saja, (PTM) di sekolah itu akan kita tutup dulu," kata Kustini saat dikonfirmasi, Kamis (14/10).

PTM serentak di Kabupaten Sleman sudah dimulai sejak minggu lalu. Kegiatan PTM dilakukan sebanyak 119 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sampling 5 Sekolah Dasar (SD) di masing-masing kapanewon (kecamatan). Kebijakan itu akan diambil oleh Kustini untuk memastikan kegiatan PTM tetap berjalan, namun dengan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga perlu dilakukan lokalisir penanganan secara optimal terhadap kasus yang ada.

Kalau ada siswa positif, maka PTM di sekolah itu akan ditutup dan diikuti dengan aktivitas 3T (treatment, tracing dan testing). Dikatakan, tindakan itu harus cepat diambil dan pada saat yang sama harus dipastikan tidak sampai terjadi klaster.

Baca juga: Bupati Sleman Sambut Baik Rencana Suporter Boleh Masuk Stadion

Terkait lama waktu penutupan, menurut Kustini, akan disesuaikan dengan temuan kasus yang ada. Jika hanya ditemukan satu kasus positif, sekolah akan ditutup 3 hari untuk kemudian dilakukan sterilisasi. Namun, lanjutnya, tidak mungkin untuk menutup kegiatan PTM di seluruh sekolah secara bersamaan.

"Yang penting bagaimana mitigasinya kita lakukan dengan benar agar covid-19 di sekolah tidak menjadi phobia," imbuhnya.

Dia menjelaskan, sejauh ini pelaksanaan PTM di Sleman diawasi oleh Dinas Pendidikan dan pemangku kepentingan di masing-masing wilayah. Pengawasan dilaksanakan untuk memastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik di setiap sekolah.

"Minggu depan juga akan dilaksanakan swab sampling. Agar kita tahu ada kasus atau tidak. Harapannya tidak ada kasus ya, dan PTM tidak ada yang ditutup," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT