14 October 2021, 07:45 WIB

DPO Teroris Terdeteksi, Danrem 132/Tadulako Pimpin Patroli Penyisiran


Mitha Meinansi | Nusantara

SEBUAH sinyal ponsel terdeteksi mencoba melakukan komunikasi dari dalam hutan pegunungan di kawasan Lembah Napu. Sinyal tersebut diduga milik sisa DPO teroris Poso, yang saat ini masih diburu Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya.

"Berdasarkan analisa inteligen, Satgas Intel, ada kemunculan sinyal HP di wilayah sekitaran Napu. Kemudian kami mempelajari dimana rute klasik. Dulu para DPO pernah masuk dan di sini, di Sangginora ini, pernah dua orang masyarakat menjadi korban DPO," ujar Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, usai memimpin partoli penyisiran, Rabu (13/10).

Pascatewasnya Ali Ahmad alias Ali Kalora dan Jaka Ramadan, hingga saat ini, Satgasops Madago Raya masih terus mengintensifkan pengejaran terhadap DPO teroris Poso, yang tersisa empat orang. 

Baca juga: Lima Tewas Tenggak Miras Oplosan, OB SMK Jadi Tersangka

Mereka adalah Askar alias Pak Guru, Mukhlas alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Patroli pengejaran dilakukan berdasarkan analisa inteligen satuan tugas intel, bahwasanya terdeteksi pemunculan sinyal ponsel di kawasan Lembah Napu. Sehingga satgasops Madago Raya melakukan penelusuran rute, untuk mengantipasi pergerakan mereka kembali.

Untuk menjaga keamanan masyarakat dan menyakinkan penutupan sektor penyekatan, Danrem 132/Tadulako, yang merupakan Wakil Penanggung Jawab Kendali Operasi Madago Raya, memimpin langsung patroli penyisiran yang dilakukan di salah satu kawasan hutan di kaki gunung Lembah Napu, yang pernah menjadi tempat pergerakan para DPO.

"Kami yakin rute perlintasan mereka akan tetap rute-rute klasik yang mereka sudah buat. Jadi mengantisipasi, kami melaksanakan patrol penyisiran, kemudian kami juga menjaga keamanan masyarakat," tutur Brigjen Farid Makruf.

Patroli penyisiran yang dilakukan Satgasopa Madago Raya, diharapkan mempersulit pergerakan sisa DPO teroris Poso. Keempat orang tersebut terus diimbau untuk menyerahkan diri. (OL-1)

BERITA TERKAIT