13 October 2021, 22:55 WIB

Anggota DPR Netty Prasetyani Ingatkan Kewaspadaan di Pusat Perbelanjaan dan Sekolah


Bayu Anggoro | Nusantara

PEMERINTAH harus mengantisipasi meningkatnya kasus covid-19 pascadibukanya pusat perbelanjaan dan pembelajaran tatap muka terbatas.
Berdasarkan data di lapangan, peningkatan kasus sudah terjadi di
beberapa sekolah setelah penerapan kebijakan tersebut.

Hal ini disampaikan anggota DPR RI, Netty Prasetiyani di Bandung, Rabu
(13/10). Menurutnya, pemerintah harus mengantisipasi agar kasus covid-19 pada anak tidak meningkat.

Salah satunya karena belum maksimalnya vaksinasi pada anak usia 12-17
tahun. Dari target 26 juta, hingga September baru mencakup sekitar 12,79% dosis 1 dan 8,84% dosis 2.

"Realisasi vaksinasi anak masih rendah. Masih banyak anak yang datang ke sekolah dalam kondisi belum divaksin," ujarnya.

Selain itu, menurut istri Gubernur Jawa Barat dua periode Ahmad Heryawan, itu, masih banyak sekolah yang belum memenuhi standar kesiapan belajar tatap muka, seperti ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, fasilitas kesehatan, dan pemetaan warga sekolah.

"Baru 59% sekolah yang mengisi daftar periksa kesiapan pembelajaran
tatap muka," katanya.

Pada sisi lain, lanjut Netty, saat ini mobilitas masyarakat semakin tinggi. Ini terlihat dari transportasi publik yang padat, serta dibukanya pusat perbelanjaan.

"Bahkan anak-anak di bawah 12 tahun pun sekarang sudah dibolehkan  
memasuki mal dan pusat perbelanjaan. Kondisi seperti ini rawan memicu
penularan," ujarnya. (N-2)

BERITA TERKAIT