13 October 2021, 15:45 WIB

Polisi Tangkap Dua Pria Pemicu Perkelahian Di RS HKBP Balige


Yoseph Pencawan | Nusantara

KEPOLISIAN Sumatera Utara (Sumut) telah menahan dua pria yang melakukan perusakan dan perkelahian di Rumah Sakit HKBP Balige, Minggu (10/10). Kasus ini sedang dalam penanganan Ditreskrimum Polda Sumut dan Polres Toba.

""Dua orang yang terlibat dalam kasus ini sudah kita tangkap," ujar Kapolda Sumatera Utara Irjen Panca Putra Simanjuntak, Rabu (13/10).

Dua orang yang telah ditangkap tersebut adalah Taren Sing dan Jasprit Sing. Namun karena mengalami luka-luka akibat perkelahian dengan sekuriti rumah sakit, saat ini keduanya menjalani perawatan di RS Columbia, Medan.

Menurut Kapolda, keduanya memicu keributan setelah merusak sejumlah peralatan di meja resepsionis rumah sakit. Dijelaskan, saat itu Taren dan Jasprit menjenguk kerabatnya bernama Sanjay yang sedang menjalani perawatan di RS HKBP Balige akibat kecelakaan. Keduanya meminta pihak rumah sakit untuk segera menangani Sanjay lebih intensif.

Di sisi lain, pihak rumah sakit merasa sudah memberi penanganan tahap awal dengan baik yakni dengan membersihkan dan menjahit luka Sanjay. Untuk penanganan selanjutnya pihak rumah sakit meminta pemenuhan berkas administrasi berupa KTP dan kartu atau surat vaksin Covid-19 milik pasien.

Alih-alih mengusahakan pengadaan kebutuhan berkas, Taren dan Jasprit justru terus mendesak pihak rumah sakit melakukan penanganan medis selanjutnya. Namun pihak rumah sakit bergeming.

Keduanya kemudian mengamuk dan melakukan perusakan di meja resepsionis rumah sakit. Setelah itu, terjadi perkelahian antara mereka dengan petugas sekuriti yang sebelumnya mencoba melakukan tindakan pengamanan.

Kapolda memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini. "Pemeriksaan secara marathon sedang dilakukan penyidik kepada para saksi dan pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian," jelasnya.

Lebih jauh, Kapolda mengatakan, melalui kepolisian, perwakilan keluarga pasien menyampaikan permohonan maaf kepada manajemen rumah sakit dan masyarakat Sumut atas terjadinya insiden ini. Pihak keluarga, kata Kapolda, berkomitmen menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum kasus ini kepada Polri. (OL-15)

BERITA TERKAIT