13 October 2021, 09:53 WIB

Kalsel Jajaki Retribusi Pemanfaatan Air Kawasan Tahura Sultan Adam


Denny Susanto | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan mulai menjajaki penerapan retribusi pemanfaatan air atau imbal jasa lingkungan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.

Terkait hal ini, Dinas Kehutanan Kalsel menggelar Sosialisasi Penyusunan Kajian Imbal Jasa Lingkungan Tahura Sultan Adam di Banjarbaru. Kegiatan ini difasilitasi oleh GGGI (Global Green Growth Institude) sebagai upaya terencana agar jasa lingkungan air di Tahura Sultan Adam terus lestari.

Plt. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fatimatuzzahra mengatakan imbal jasa lingkungan ini selaras dengan program Revolusi Hijau Kalsel yang mengajak semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun swasta untuk berpartisipasi memperbaiki kualitas lingkungan.

"Ini bagian dari Revolusi Hijau, upaya kita meningkatkan kualitas lingkungan dengan melibatkan lintas sektoral," ungkapnya.

Baca juga: Kawasan Wisata Tahura Sultan Adam Kalsel Kembali Dibuka

Imbal jasa lingkungan ini diterapkan dengan tujuan meningkatkan sekaligus memelihara kualitas tutupan lahan di Tahura Sultan Adam dan sekitarnya.

"Kajian imbal jasa lingkungan di Tahura Sultan Adam sangat penting dilakukan, untuk mempertahankan dan menjaga tutupan lahan sehingga manfaat jasa lingkungan khususnya pemanfaatan air dapat dirasakan secara Bersama," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar.

Perwakilan GGGI Hendra Segah mengatakan pihaknya dalam hal ini akan membantu Pemprov Kalsel untuk meneliti dan mengkaji potensi imbal jasa lingkungan di Tahura Sultan Adam. Selain dihadiri Pemprov Kalsel dan GGGI, sosialisasi kajian imbal jasa lingkungan Tahura Sultan Adam ini juga diikuti PDAM Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, PLTA Ir PM Noor, Balai Perikanan dan perusahaan air minum swasta.(OL-5)

BERITA TERKAIT