12 October 2021, 17:39 WIB

Kasus Kekerasan Terhadap Anak Di Bandung Meningkat Selama Pandemi Covid-19


Naviandri | Nusantara

SELAMA pandemi Covid-19, kasus kekerasan terhadap anak di Kota Bandung, Jawa Barat mengalami peningkatan. Antara Januari hingga September 2021, kasus kekerasan terhadap anak mencapai 100 atau meningkat dari 2020 yang berjumlah 84 kasus.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Kota Bandung, Rita Verita mengatakan kekerasan terhadap anak itu jenis  paling tinggi adalah kekerasan psikis. Adapun pelaku kekerasan ini, bervariatif, mulai sesama teman, orang tua, hingga anggota keluarga dan orang-orang terdekat korban di lingkungan sekitarnya.

"Biasanya itu temannya atau orang-orang terdekat si korban kekerasan yang melakukannya. Paling banyak adalah kekerasan psikis, semisal perundungan (bully)," kata Rita di Bandung Selasa (12/10)

Belakangan ini, bahkan sempat terjadi kasus penganiayaan sesama anak di bawah umur. Belakangan diketahui, anak-anak yang terlibat dalam kasus itu termasuk anak baik-baik.
 
Rita melihat dalam kasus itu ada sesuatu di keluarganya yang minim waktu berkomunikasi dengan anak-anaknya. "Saya melihatnya juga penggunaan gawai dan media sosial yang kurang pas fungsinya. Tapi, alhamdulillah sebelum viral itu kan kedua belah pihak sudah berdamai secara kekeluargaan," ujarnya.

DP3A Kota Bandung, lanjutnya, akan memberikan pendampingan kepada anak-anak tersebut dengan menurunkan langsung psikolog untuk mereka. Adapun permasalahan dari kasus ini, menurut Rita, berada pada peran serta keluarga. Orang tua harus memperhatikan anak-anaknya dan  mengawasi dengan ketat kegiatan mereka.

Disinggung terkait lamanya tidak belajar tatap muka dapat  memengaruhi sikap anak-anak, Rita membenarkan. "Tentu sedikit banyaknya pasti ada dampak dan pengaruh dari lamanya tidak bertatap muka dalam belajar di sekolah," lanjutnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT