12 October 2021, 17:25 WIB

Pemkot Kota Batu Dorong Produk Tanaman Hias Tembus Pasar Ekspor


Mediaindonesia.com | Nusantara

Pemerintah Kota Batu mendorong produk tanaman hias hasil produksi para petani di Kota Batu, Jawa Timur, bisa menembus pasar ekspor karena memiliki peluang yang cukup menjanjikan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Sugeng Pramono, di Kota Batu, Selasa mengatakan, pihaknya memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para petani agar produk yang dihasilkan mampu memenuhi kualitas ekspor.

"Dengan pelatihan, bisa memberikan wawasan baru kepada para petani agar bisa menjadi petani mandiri, dan bisa melakukan ekspor langsung tanpa pihak ketiga," kata Sugeng.

Sugeng menjelaskan, dengan melakukan ekspor tanpa menggunakan jasa pihak ketiga, maka para petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, dan pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan para petani itu sendiri.

Jika ada kendala yang dihadapi para petani, lanjutnya, maka Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan memberikan fasilitasi dan bantuan bagi para petani tersebut. Diharapkan, produk tanaman hias para petani Kota Batu, bisa menembus pasar ekspor.

"Dari kelompok yang dibentuk pasti bisa diketahui kendalanya di mana. Kemudian, DPKP turun langsung membantu atau memfasilitasi," ujarnya.

Menurutnya, program pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu tersebut, juga sejalan dengan arahan dari Kementerian Pertanian, yang bertujuan untuk mendukung peningkatan ekspor komoditas pertanian.

"Pertanian menjadi satu-satunya sektor yang berjalan, dan mengalami peningkatan produksi secara signifikan," ujarnya.

Pendampingan tersebut diberikan kepada para petani yang tergabung dalam Duta Petani Milenial (DPM), dan Duta Petani Andalan (DPA) serta Jaringan Petani Nasional (JPN). Kelompok tani tersebut, sudah memiliki jaringan dari hulu hingga hilir.

Dalam kesempatan itu, Ketua JPN Juni Purnomo menambahkan, untuk menembus pasar ekspor bukan merupakan hal yang mudah. Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi, termasuk mengantongi dokumen ekspor, yakni sertifikat phytosanitary dari Kementerian Pertanian.

"Para pelaku tanaman hias tak bisa melakukan ekspor langsung ke luar negeri karena belum memiliki sejumlah dokumen ekspor tanaman," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan adanya pelatihan, dan pendampingan tersebut, diharapkan menjadi angin segar bagi para pelaku bisnis tanaman hias di Kota Batu. Sejauh ini, jika untuk mengekspor tanaman hias tersebut, ia menggunakan jaringan sesama petani bunga di luar Kota Batu.

"Saat ini, jika ada permintaan luar, biasanya kami mengirim dulu ke Jawa Barat, baru dikirim ke luar negeri," katanya. (Ant/OL-12)

 

BERITA TERKAIT