12 October 2021, 10:00 WIB

Dewan Kesenian Klaten Gerakkan Desa Ramah Budaya


Djoko Sardjono | Nusantara

DEWAN Kesenian Klaten, Jawa Tengah, menggelar focus group discussion (FGD) gerakan pamong budaya desa dan desa ramah budaya di Gedung Sunan Pandanaran (RSPD) Klaten, Senin (11/10).

Kegiatan FGD yang dibuka Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya itu diikuti para ketua Dewan Kesenian Kecamatan, ketua paguyuban camat, kepala desa, dan paguyuban Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Ketua Panitia FGD Untung Setyardi, dalam laporannya, mengatakan dasar kegiatan ini, yakni UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Perda No 2 Tahun 2014 tentang Pelestarian Budaya dan Bahasa Jawa, dan Perda No 13 Tahun 2019 tentang Pemajuan Kesenian Daerah.

Baca juga: Petani Klaten Sukses Kembangkan Padi Rojolele Srinar dan Srinuk

Penyelenggaraan FGD pamong budaya desa dan rintisan gerakan desa ramah budaya adalah dalam rangka memaksimalkan fungsi dan peran Dewan Kesenian Klaten dalam pembangunan kesenian daerah guna mewujudkan Trikarsa Budaya, yakni meluhurkan, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya daerah.

Dewan Kesenian Klaten berharap hasil FGD menjadi rekomendasi langkah nyata dalam pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan seni budaya di Klaten. Sehingga, dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya budaya menuju Klaten yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Diskusi kelompok terbatas tentang pamong budaya desa dan rintisan desa ramah budaya itu, Dewan Kesenian menghadirkan narasumber Kepala Disparbudpora Sri Nugroho, Kabid Sosial Budaya Dispermasdes Sri Dadi, dan Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten FX Setyawan.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Yoga Hardaya, mengharapkan kegiatan diskusi ini dapat menumbuhkan semangat dan motivasi dalam upaya menggali, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat di Klaten.

Selain itu, seni budaya juga sarat dengan pesan pendidikan moral dan budi pekerti. Maka, apresiasi tinggi terhadap seni budaya, terutama di kalangan generasi muda perlu ditingkatkan. Karena, pelestarian dan pengembangan seni budaya ke depan atau di era globalisasi semakin diuji.

Menurut Sri Mulyani, Dewan Kesenian Klaten menjadi mitra pemerintah perlu mendapat dukungan semua pihak. Program pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah ini diharapkan dapat menjadi penopang utama industri pariwisata daerah.

"Saya mengapresiasi program Dewan Kesenian Klaten terkait pembentukan pamong budaya desa dan desa ramah budaya. Selain sarat dengan pesan pendidikan moral dan budi pekerti, seni budaya dapat memberikan rasa keindahan, ketenteraman, dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT