12 October 2021, 08:50 WIB

Petani Klaten Sukses Kembangkan Padi Rojolele Srinar dan Srinuk


Djoko Sardjono | Nusantara

PETANI Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berhasil mengembangkan padi rojolele Srinar dan Srinuk, dengan hasil 7,9 ton gabah kering giling (GKG) per hektare. Padi rojolele merupakan produk unggulan pertanian di Klaten.

Hal itu dikemukakan Bupati Sri Mulyani di sela panen padi rojolele Srinuk di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Senin (11/10). Panen padi varietas ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian Klaten Widiyanti.

"Varietas padi rojolele menjadi produk unggulan pertanian di Klaten. Tahun ini, lahan sawah 150 hektare ditanami padi rojolele Srinuk dan Srinar. Hasilnya tidak kalah dengan padi varietas lainnya," katanya.

Menurut Sri Mulyani, padi rojolele Srinuk dan Srinar unggul jika dari padi varietas lainnya. Hasil panen bagus dan nilai jual pun tinggi.  Karena itu, petani padi diminta untuk menanam padi varietas rojolele ini.

"Ke depan, saya minta kelompok tani membudidayakan padi rojolele Srinuk dan Srinar. Kesiapan benih padi varietas ini pun didukung Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten," ujarnya.

Bupati Sri Mulyani berobsesi hamparan sawah di Klaten ditanami padi rojolele Srinuk dan Srinar. Pasalnya, nilai jual padi ini tinggi. Maka, menanam padi rojolele dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Untuk memasyaratkan produk unggulan padi rojolele Srinar dan Srinuk, Pemkab Klaten melalui Instruksi Bupati No 1/2021 mewajibkan ASN dan pegawai BUMD untuk membeli beras unggulan daerah tersebut.

Sementara itu, Kepala DPKPP Widiyanti mengungkapkan produktivitas padi rojolele Srinuk dan Srinar yang dikembangkan di beberapa wilayah juga tinggi, seperti di Desa Kahuman mencapai 7,9 ton GKG per hektare.

Terkait pengembangan padi rojolele Srinuk dan Srinar, Widiyanti menambahkan bahwa untuk menyejahterakan masyarakat petani, pihaknya akan terus melakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan petani di Klaten.

"Harapan kami padi rojolele yang telah dikembangkan di beberapa wilayah Kecamatan Kalikotes, Polanharjo, Delanggu, Ceper, Juwiring, Trucuk, Wonosari, Karanganom, dan Klaten Selatan  menjadi varietas idaman petani Klaten," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sri Mulyani menyerahkan secara simbolis alat mesin pertanian senilai Rp2,9 miliar bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Ketua DPR RI, yakni berupa satu unit traktor roda empat, traktor tangan, transplanter, cultivator, power thresher multi type mobile, dan combine harvester.

Selain itu, menyerahkan klaim asuransi usaha tani padi (AUTP) dari Asuransi Jasindo kepada petani terdampak hama tikus seluas 25,83 hektare. (OL-13)

Baca Juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Didominasi Gempa Hybrid

BERITA TERKAIT