11 October 2021, 19:09 WIB

Gubernur Perintahkan Bupati/Wali Kota Se-NTT Berantas Stunting


John Lewar | Nusantara

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat memerintahkan para bupati/wali kota se-NTT untuk memberantas stunting. Penegasan itu disampaikan Gubernur saat memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan kasus stunting di NTT, Senin (11/10).

Untuk memberantas stunting, jelas Gubernur, kerja bersama dan kesatuan data dari desa sampai kabupaten merupakan hal penting.  Menurutnya Viktor aksi konvergensi berarti kerja bersama, terintegrasi, dan terarah. Karena itu harus ada gerakan kerja nyata dari bupati/wali kota sampai ke tingkat desa

Menurut Gubernur, saat ini di NTT ini hanya terdapat dua wilayah yang memiliki angka stunting tertinggi yakni kota Kupang dan Kabupaten Manggarai Timur. Di Manggarai Timur angka stunting dari semua 9% naik menjadi 13%.

"Kita berharap tahun depan angka stunting bisa turun di bawah 10 persen. Rendahnya angka stunting ini untuk mendukung perkembangan intelektual dan masa depan anak pada generasi berikutnya," tegas Viktor.

Lebih jauh, Viktor mengatakan saat awal memimpin NTT, masalah gizi buruk ini berada di 42% atau tertinggi secara nasional. Namun, saat ini angka stunting bisa ditekan menjadi 21% berkat kerja sama tim di kabupaten/kota se NTT.

Namun penurunan ini jangan sampai membuat upaya untuk menurunkan angka stunting menjadi kendor. Ia menegaskan, ingin angka stunting di seluruh kabupaten/kota se-NTT di berada di bawah 10 persen.

"Kita akan terus berupaya dengan semua pihak membangun komitmen memperhatikan gizi anak sejak dalam kandungan dan hingga usia balita. Generasi berkualitas dan memiliki daya saing yang berlian harus didukung dan di perhatikan adalah asupan gizi pada anak," katanya.

Di sisi lain, Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hajon mengungkapkan pihaknya melakukan intervensi melalui peraturan bupati yang diturunkan kepada seluruh kepala desa agar dana desa dialokasikan sedemikian rupa untuk percepatan penanganan stunting. Upaya yang dilakukan berhasil menurunkan angka stunting di Flores Timur dari sebelumnya 30% menjadi 19,3%. (OL-15)

BERITA TERKAIT