10 October 2021, 13:35 WIB

Jemput Investasi, Jabar Gelar WJIS 2021


Naviandri | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengetuk pintu para investor dari dalam dan luar negeri untuk melihat berbagai prospek investasi di Jabar. Promosi investasi itu terhimpun dalam acara West Java Investment Summit (WJIS) 2021 yang digelar pada 21-22 Oktober 2021.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan WJIS 2021 merupakan salah satu upaya Pemprov untuk memulihkan ekonomi yang babak belur terhantam pandemi Covid-19. Menurutnya, untuk memulihkan perekonomian Jabar tak bisa mengandalkan prinsip 'jaga warung'.

"Kalau ekonomi mau bangkit, teori pemilihan ekonomi kita tidak boleh pakai ekonomi jaga warung. Tunggu orang beli, tapi harus ekonomi door to door, WJIS itu contoh kita proaktif menyebarluaskan promosi investasi,’’ kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Minggu (10/10).

Menurut gubernur, dirinya sering datang ke dubes-dubes, bikin forum WJIS agar Jabar nomor satu dan terbukti beberapa tahun terakhir ranking satu itu Jabar. Jabar sedang dijaga dan investasi harus juara satu dan PON juga juara satu, caranya adalah promosi door to door momennya pas. Walau selama Covid-19 investasi turun.

‘’Komitmen kita tahun lalu investasi yang masuk Rp 300an triliun mudah-mudahan sama atau lebih dibandingkan tahun lalu," ucap pria yang akrab disapa Kang Emil.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana (Cirebon - Subang - Majalengka) dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan pada 9 September 2021. Kang Emil pun mengatakan, dalam WJIS nanti ada sejumlah prospek investasi untuk ditawarkan kepada investor bagi Jabar Selatan.

Baca juga : Gerakkan Ekonomi Kerakyatan, Sahabat Ganjar Sahabatnya UMKM

"Kita ini dihadiahi satu Perpres percepatan pembangunan di Rebana dan Jabar selatan, nilainya hampir Rp 400 triliun. Komitmen pemerintah pusat untuk membangun Rebana sebagai lompatan di Utara dan Jabar Selatan sebagai kesetaraan, sehingga tawaran di WJIS ingin kita seimbangkan agar tidak semuanya di utara karena memang daerah industri, tapi tiga ekonomi di selatan pariwisata, pertanian dan maritim itu lagi kita dorong," jelasnya lagi.

Ia pun mengungkap sejumlah prospek investasi di Jabar Selatan mulai dari KEK Bukit Algoritma, kemudian jalur kereta api sepanjang jalur selatan yang terhubung dari Pangandaran hingga Provinsi Banten via Cisolok Sukabumi.

"Masterplan sudah disetujui, kita lagi sounding-sounding. Kita tahu pangan lagi naik selama covid, maritim udang kita tawarkan industrinya ke banyak tempat, saya kira itu memang ekonominya sama pengembangan pariwisata," tambahnya.

Khusus untuk program Metropolitan Rebana, kata Kang Emil, merupakan satu dari sekian banyak upaya membangkitkan ekonomi yang bertujuan meningkatkan daya saing investasi dan percepatan pertumbuhan ekonami di wilayah pantura Jabar
‘’Pertumbuhan ekonomi Jabar akan terdongkrak dengan program Metropolitan Rebana karena di dalamnya terdapat 81 proyek priotitas. Berdasarkan rekapitulasi program prioritas, terdapat total 81 proyek prioritas dengan nilai Rp234,59 triliun, pembiayaan terdiri dari APBN, APBD, swasta BUMN/BUMD,’’ ujarnya.

Saat ini telah disiapkan 13 kawasan yang diperuntukkan area perindustrian antara lain Cipali Subang Barat, Cipali Subang Timur, Cipali Indramayu, Buton, Kertajati, Jatiwangi, Cirebon, Krangkeng, Tukdana, Balongan, Losarang, Patrol dan Patimban.(OL-2)

 

BERITA TERKAIT