08 October 2021, 19:46 WIB

BNN Jabar Musnahkan 284 Kilogram Ganja


Depi Gunawan | Nusantara

PEREDARAN narkotika di wilayah Jawa Barat meningkat di masa pandemi Covid-19. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya kasus terungkap dan barang bukti yang disita. Salah satu penyebab meningkatnya peredaran narkotika karena faktor ekonomi.

"Dampak pandemi malah meningkat. Ada sebagian orang mengkonsumsi narkoba karena ingin persoalannya hilang. Kondisi ini dimanfaatkan pengedar untuk menyuplai barang," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat, Brigjen Benny Gunawan di Bandung Barat, Jumat (8/10).

Salah satu buktinya, pihaknya bersama BNN Kabupaten Bandung Barat mengungkap pengiriman narkotika lintas daerah sebanyak 64 kilogram ganja dari Medan menuju Bandung Barat pada 8 September lalu. "Kami menggunakan sistem pembuntutan, control delivery. Kita membututi kemana barang itu dibawa dan pada saat yang tepat kita lakukan pengungkapan seperti di Tol Cipularang KM 115," bebernya.

Di Bekasi, BNN Provinsi Jawa Barat menggagalkan pengiriman narkotika jenis ganja pada Juni lalu. Seorang tersangka ditangkap di Rest Area KM 19 Tol Jakarta-Cikampek, Kota Bekasi beserta barang bukti 220 kilogram ganja.

Barang bukti hasil pengungkapan dari kedua daerah itu kemudian dimusnahkan di lapangan Perkantoran Pemda Bandung Barat menggunakan mesin incinerator. "Barang bukti dari BNN Bandung Barat ada 64 kilogram, ditambah lagi dari BNN Provinsi, sehingga total barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 284 kilogram," ungkapnya.

Dia mengaku, masih banyak barang bukti lain yang belum dimusnahkan seperti yang terungkap di Karawang karena BNN masih membongkar sindikat
jaringannya. Saat ini pihaknya fokus menelusuri jaringan sindikat pengedar narkoba lintas daerah supaya bisa dipetakan pola distribusinya seperti apa.

"Kita ingin jaringannya diungkap juga agar bisa memetakan pola distribusinya itu seperti apa. Misalnya barang (narkotika) yang masuk ke Bandung Barat itu mereka jaringan Sumatera-Jabar yang bergerak. Kalau untuk Bekasi, Karawang, itu beda lagi jaringannya," terang Benny.

Dari sejumlah pengungkapan tersebut, pihaknya baru sebatas mengamankan beberapa pelaku yang berperan sebagai kurir. Sedangkan pengedar dan bandarnya masih belum terjangkau.

"Untuk yang diamankan dari kasus yang diungkap semuanya hanya kurir. Pengedar dan sindikatnya belum, karena peredaran narkotika ini organize crime atau jaringan organisasi bahkan dari berbagai negara," jelasnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT