07 October 2021, 20:02 WIB

Mensos Sebut KPM Bansos Tertunda Bisa Dibayarkan Tunai Oktober Ini 


Lina Herlina | Nusantara

MENTERI Sosial Tri Rismaharini menyebutkan keluarga penerima manfaat (KPM) tahap satu dan dua yang belum tersalurkan di Sulawesi Selatan, yaitu di Kabupaten Maros tahap satu 578 KPM, dan tambahan tahap dua 18.225 KPM. 

Selain itu, di Kabupaten Gowa, juga ada 2.400 KPM yang belum mendapatkan bantuan sosial. Dan jumlah itu disebutnya cukup besar. 

"Data yang belum salur itulah yang tadi kita selesaikan. Ini jumlahnya besar kalo dibanding daerah lain. Sayang kalau gak terealisasi padahal orang itu butuh. Jadi kita meminta agar penyalurannya dilakukan secara tunai atau sekaligus," ujar Risma, usai Pemberian Bantuan Atensi di Balai Loka Rehabilitasi Sosial Orang dengan HIV (LRSODH) Pangurangi Takalar, Sulsel, Kamis (7/10). 

Risma mengungkapkan sejumlah kendala yang menyebabkan bantuan belum tersalurkan, lantaran ada KPM yang belum terdistribusi kartunya. 

"Ada juga lokasi KPM yang jauh, KPM lansia, sehingga realisasi penyaluran rendah sekali. Itu terjadi di Luwu," Risma mencontohkan. 

Baca juga : Lanal Cirebon Gelar Vaksinasi Door To Door

Untuk uang lansia, pihak Kementerian pun meminta pihak bank untuk bisa memfasilitasi pemberian bantuannya dalam bentuk tunai. 

"Kita meminta bantuan yang seharusnya cair pada Juli dan September, seluruhnya sudah dibayarkan cash pada bulan Oktober ini," tegas Risma. 

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI asal Sulsel, Samsu Niang mengapresiasi kedatangan Risma di Takalar, yang salah satunya untuk melalukan kroscek data di lapangan, agar kerumitan dalam pengelolaan bansos bisa selesai dalam satu pertemuan. 

"Di kegiatan ini, kita lakukan pemadanan data bantuan sosial di wilayah Sulsel. Dan ternyata kita temukan banyak (bansos) yang belum tersalur. Dan hari ini clear. Kami apresiasi ke ibu menteri karena cepat dan tanggap selesaikan masalah. Termasuk PKM yang belum menerima bantuan ternyata bisa cepat menerima manfaat tanpa menunggu waktu lama," ujarnya. ((OL-7)

BERITA TERKAIT