07 October 2021, 17:44 WIB

Pasokan Air Tersendat, Petani di Kecamatan Mande Pilih Tanam Jagung


Benny Bastiandy/Budi Kansil | Nusantara

PETANI di Desa Bobojong Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memilih mengganti komoditas tanaman yang semula padi menjadi jagung. Kondisi tersebut dipicu pasokan air yang relatif tersendat karena curah hujan di wilayah itu cukup rendah.

Seperti dilakukan Narya, 55, petani penggarap di Kampung Ciroyom. Pascapanen padi beberapa waktu lalu, sejak September ia memilih menanam jagung ketimbang padi.

Narya beralasan penyebab ia mengganti lahan garapannya dengan jagung lantaran pasokan air dari Sungai Cibalagung tidak stabil. Daripada lahan garapannya tak dimanfaatkan, ia akhirnya menanam jagung.

"Ini asalnya lahan sawah. Karena pasokan airnya tidak normal, jadi saya ganti aja dulu pakai jagung," terang, Kamis (7/10).

Lahan garapannya yang ditanami jagung lebih kurang 1.500 meter persegi. Narya memperkirakan panen akan berlangsung awal tahun depan. "Kalau di sini (Mande) memang jarang hujan. Jadi pasokan air saat ini sedang kurang," ucapnya.

Dari lahan 1.500 meter persegi, Narya memperkirakan bisa menghasilkan panen jagung sebanyak 15 kuintal atau 1.500 kilogram. Estimasinya, setiap 100 meter persegi menghasilkan 1,5 kuintal atau 150 kilogram.

Sedangan, Jaka, petani cabai di Desa Bobojong Kecamatan Mande, mengaku akhir-akhir ini pasokan air memang sedang seret. Kondisi itu dipicu belum turunnya hujan sejak beberapa pekan terakhir.

"Ini juga ada yang dipanen lebih awal karena khawatir gagal. Yang sempat dipanen awal menghasilkan 30 kilogram," kata Jaka. (OL-15)

BERITA TERKAIT