07 October 2021, 17:39 WIB

Bentrok Warga di Adonara, Wabup Flotim Minta Masyarakat Tenang


Gabriel Langga |

PERANG tanding di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali pecah lagi. Kali ini perang tanding antar warga Desa Saosina dan Wotan, Kelurahan Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kamis (7/10). Akibatnya satu polisi dan satu warga terluka akibat terkena panah.

Wakil Bupati Flores Timur (Flotim), Agustinus Payong Boli meminta warga menahan diri dan tak terpancing insiden saling serang antardua desa tersebut. Menurut dia, polemik ini terjadi dimulai karena kesalahpahaman sehingga kita minta masyarakat lainnya jangan ikut campur dalam peristiwa tersebut agar kita bisa melokalisir masalah dan penyelesaian secara individu yang bermasalah.

"Pemerintah hadir sebagai fasilitator bersama TNI dan Polri untuk selesaikan peristiwa itu. Jadi semua warga harus rem diri apalagi di tengah pandemi Covid-19. Jadi kita menghindari sejauh mungkin konflik. Jadi yang sudah terjadi ini pemerintah bersama TNI dan Polri siap menyelesaikannya," ujar dia.

Menurut dia penyelesaian konflik antarwarga itu akan diselesaikan secara non litigasi dengan pendekatan budaya adat Lamaholot. Untuk penyelesaian konflik atau perang antarsuku atau antarkampung di Lamaholot, jelasnya, harus melalui pintu budaya Lamaholot dengan bahasa kakan keru, arin baki.

"Artinya semua kampung itu Kakak beradik. Perbedaan pandangan kemudian ada konflik itu hal biasa tetapi saja selalu saja ada jalan penyelesaian karena ada semua kampung itu kakak beradik," papar dia.

Sementara itu, Wakapolresta Flotim, Kompol Jance Seran mengatakan saat ini pihaknya sudah mengirim sekitar 40 personel Polres Flotim menuju ke Pulau Adonara. "Kita sudah kirim ke anggota kita ke Adonara untuk melakukan pengamanan agar tidak terjadi konflik kembali," ujar dia.

"Situasi masih menegangkan. Korban anggota polisi sedang menjalani perawatan. Kita harapkan tidak ada korban jiwa," katanya. (OL-15)

BERITA TERKAIT