06 October 2021, 13:25 WIB

Muhammadiyah Dirikan Universitas Siber Muhammadiyah


Ardi Teristi | Nusantara


MUHAMMADIYAH kini resmi memiliki Univeritas Siber Muhammadiyah (Sibermu) setelah turun Surat Keputusan Izin Operasional.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan, jalur panjang telah dilewati untuk izin operasional Siber Mu.

"Muhammadiyah tidak terbiasa instan dan menerabas. Ini sebagai bentuk
kita mengedukasi masyarakat dan bangsa ini bahwa Indonesia tegak baik
sebagai negara, maupun sebagai nation," terang Haedar, Rabu (6/10) saat peluncuran Universitas Sibermu di Kantor PP Muhammadiyah,
Yogyakarta.

Haedar menyebut, Muhammadiyah senantiasa berikhtiar menegakkan
tradisi profesional, meritokrasi, sekaligus good government.

Universitas Sibermu merupakan mandat negara kepada Muhammadiyah untuk
mengisi ruang baru sebagai irisan dari revolusi industri 4.0. "Pendirian Universitas Sibermu ini sebagai langkah konkrit,  bukan retorika dari Muhammadiyah dalam menyambut era revolusi industri 4.0. Kita akan betul-betul menyelenggarakan universitas ini dengan seksama,
dengan sistem yang baik," tegasnya.

Pendirian Universitas Sibermu bukan dengan tangan kosong, sebab
Muhammadiyah telah memiliki dasar pendidikan, termasuk pendidikan yang
dilangsungkan melalui media online yang tersebar di 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA). Artinya, Universitas SiberMu adalah bagian integral dari PTMA yang sehat.

Haedar berpesan supaya Universitas Sibermu dikelola dengan cara
sebaik-baiknya dan modern. Hal itu dimaksudkan untuk menunjukkan ke masyarakat Indonesia bahwa Muhammadiyah selalu di depan dalam mewujudkan pranata modern yang bermutu, berkualitas, dan berkemajuan.

Guru Besar bidang Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini
berharap akan ada reorientasi pemahaman umum mengenai dunia siber,
atau yang lebih dikenal dengan dunia maya. Konsep maya sekarang
bisa dirumuskan dengan sesuatu yang realitas ada.

"Dunia maya, dunia digital, online, dan dunia sistem informasi yang bersifat terobosan di revolusi 4.0 ini sesungguhnya sudah merupakan realitas baru. Ini sekaligus juga mengharuskan kita berpikir secara ontologis baru," ungkapnya.

Plt Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V DIY, Bhima Widyo Andoko menyampaikan, yang dilakukan Muhammariyah adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap pendidikan. Model pendidikan jarak jauh seperti yang akan dijalankan Universitas Sibermu diharapkan mampu menjangkau wilayah-wilayah di 3 T.

"Universitas Sibermu hadir dengan tawaran pendidikan yang lebih baik," lanjutnya.

antangan yang dihadapi Sibermu adalah mendistribusikan materi dengan
kemasan yang menarik. (AT)

BERITA TERKAIT