05 October 2021, 21:10 WIB

Klaten PPKM Level 2, Pelonggaran Dilakukan Di Berbagai Bidang


Djoko Sardjono | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengizinkan dibukanya objek wisata, pentas seni budaya, dan resepsi pernikahan. Pelonggaran ini diberikan setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)  Klaten turun dari level 3 menjadi level 2.

Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, Selasa (5/10), mengatakan pelonggaran buka objek wisata, pentas seni, dan resepsi pernikahan itu dengan diturunkannya level PPKM dari level 3 menjadi level 2.

Meski objek wisata sudah diizinkan buka, tapi tetap ada pembatasan pengunjung, yakni 25 persen dari kapasitas. Selain itu, pemberlakuan aplikasi pedulilindungi.

Kegiatan pentas seni budaya juga diperbolehkan dengan pembatasan pengunjung, yakni 50% dari kapasitas, serta tetap dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Kemudian, lanjut Ronny, pada penerapan PPKM Klaten level 2 juga ada pelonggaran resepsi pernikahan. Kali ini, undangan dibatasi 50 orang dan tetap dengan protokol kesehatan.

"Tiga hal itu yang sedang diproses Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) dan Bagian Hukum Setda Klaten untuk memformulasikan petunjuk teknisnya di lapangan," katanya.

Petunjuk teknis dimaksud, misal untuk pembukaan objek wisata itu apakah akan dibuka seluruhnya atau bertahap 25 persen dahulu. Data  Disparbudpora, objek wisata di Klaten ada 61 tempat, baik yang dikelola  desa melalui BUMDes maupun Pemkab Klaten.

Dengan dibukanya objek wisata di Klaten, Ronny minta Satgas Covid-19 Kecamatan bertindak tegas jika mengetahui ada pengelola objek wisata yang tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan selama penerapan PPKM level 2 pada 5-18 Oktober 2021.

Terkait pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Klaten, Ronny mengungkapkan bahwa sampai awal pekan ini capaian vaksinasi dosis pertama telah 70,34 persen dan vaksinasi lansia 60,43 persen.

"Capaian vaksinasi dosis pertama dan lansia itu sudah memenuhi syarat PPKM Klaten turun ke level 1. Tapi, sekarang yang kita kejar, yakni desa dan kecamatan tuntas vaksinasi," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT