05 October 2021, 18:00 WIB

Mayoritas Daerah Di Sumut Berstatus PPKM Level 2


Yoseph Pencawan | Nusantara

SEBAGIAN besar daerah di Sumatera Utara saat ini berstatus PPKM Level 2. Hal itu seiring kian melandainya kurva peningkatan kasus baru Covid-19 di provinsi tersebut.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Arsyad Lubis mengatakan, penurunan status PPKM di provinsinya tercantum dalam surat Instruksi Mendagri Nomor 48 tahun 2021. Surat tersebut mengatur PPKM Level 4, Level 3, Level 2, Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

"Dalam surat itu sudah tidak ada lagi wilayah Sumut yang harus  menerapkan level 4," ungkapnya, Selasa (5/10).

Bahkan kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 3 di Sumut hanya tinggal dua lagi, yakni Kota Binjai dan Kota Padangsidimpuan. Sementara mayoritas daerah lain sudah menerapkan PPKM level 2. Antara lain Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Nias, Langkat dan Kabupaten Karo.

Kemudian Kabupaten Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, Dairi, Toba, Mandailing Natal, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan dan Kabupaten Samosir. Selanjutnya Kabupaten Serdangbedagai, Batubara, Padanglawas Utara, Padanglawas, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Nias Utara. Lalu Kota Medan, Pematangsiantar, Tanjungbalai dan Kota Gunungsitoli.

Bahkan daerah berstatus PPKM Level 1 di Sumut bertambah dari sebelumnya hanya satu, menjadi empat. Yaitu Kabupaten Deliserdang dan Nias Barat serta Kota Sibolga dan Tebingtinggi.

Menurut Arsyad, semakin terkendalinya pandemi di Sumut juga terlihat dari jumlah kasus baru yang kembali menyentuh titik terendah pada 4 Oktober 2022 yang hanya 36 kasus. Adapun jumlah kasus aktif di Sumut saat ini tersisa 1.334 orang dan meninggal satu orang. Dengan rata-rata kasus harian dalam seminggu terakhir sekitar 70 kasus.

Pemprov Sumut, lanjut dia, hingga kini masih menggesa pelaksanaan vaksinasi yang mana realisasi dosis pertama I di wilayahnya sudah mencapai 34,91% dan dosis kedua 19,90%. "Sementara bed occupancy rate (BOR) di Sumut hanya sebesar 9%," imbuhnya.

Meski kasus kian melandai, tetapi Satgas meminta masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kedisplinan protokol kesehatan agar tidak terjadi lagi peningkatan kasus. (OL-15)

BERITA TERKAIT