04 October 2021, 14:00 WIB

Pemkot Malang Bendung Kemiskinan Ekstrem Dampak Pandemi


Bagus Suryo | Nusantara

Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, berusaha mengatasi dampak pandemi
covid-19 guna membendung kemiskinan ekstrem. Angka kemiskinan di  
daerah itu sudah mencapai 4,4% atau dialami sebanyak 38,77 ribu warga.

Dalam rapat paripurna jawaban wali kota atas pandangan umum
fraksi-fraksi DPRD, dewan menekankan agar angka kemiskinan itu jangan
dianggap remeh mengingat pertumbuhan ekonomi masih tertekan.

Terkait hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji menanggapi, bahwa pengentasan
kemiskinan ditangani melalui dua cara, yaitu konvensional dan
intervensi.

"Ada dua cara, secara konvensional dan intervensi. Kapan dilakukan? Bisa melalui rantang kasih agar kedalaman kemiskinan bisa semakin dangkal," tegas Sutiaji.

Sejauh ini, lanjutnya, pengentasan kemiskinan terus dilakukan oleh tim yang diketuai Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko. Mereka bergerak melalui tim koordinasi penanganan kemiskinan daerah.

Menurut Sutiaji, penanganan pandemi dan semangat APBD bukan saja
meningkatkan pendapatan asli daerah. Tapi, juga meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, prioritas pembangunan ke depan ialah perlindungan sosial, pemulihan ekonomi dan alokasi pendanaan terkait program melalui perangkat daerah.

Sutiaji menjelaskan dampak pandemi yang memengaruhi perekonomian hingga
menimbulkan pengangguran, perlu disikapi dengan kebijakan dan strategi. Realisasinya melalui bantuan sosial, penyuluhan dan bimbingan bagi pencari kerja. Bursa kerja pun menjadi solusi dipadukan dengan pelatihan. (N-2)

 

BERITA TERKAIT