04 October 2021, 13:52 WIB

Pemkot Malang Bendung Kemiskinan Ekstrem Dampak Pandemi


Bagus Suryo | Nusantara

PEMERINTAH Kota Malang, Jawa Timur, berusaha mengatasi dampak pandemi covid-19 guna membendung kemiskinan ekstrem lantaran angka kemiskinan di daerah itu sebesar 4,4% atau 38,77 ribu warga.

Dalam rapat paripurna jawaban wali kota atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD, dewan menekankan agar angka kemiskinan itu jangan dianggap remeh mengingat pertumbuhan ekonomi masih tertekan.

Terkait hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji menanggapi, bahwa pengentasan kemiskinan ditangani melalui dua cara, yaitu konvensional dan intervensi.

"Ada dua cara, secara konvensional dan intervensi, kapan dilakukan, bisa melalui rantang kasih agar kedalaman kemiskinan sudah mulai dangkal," tegas Sutiaji kepada wartawan, Senin (4/10).

Baca juga :IKA Unpad Dukung Kesetaraan Disabilitas

Sejauh ini, lanjutnya, pengentasan kemiskinan terus dilakukan oleh Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko melalui tim koordinasi penanganan kemiskinan daerah.

Menurut Sutiaji, penanganan pandemi dan semangat APBD bukan saja meningkatkan pendapatan asli daerah. Tapi, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, prioritas pembangunan kedepan ialah perlindungan sosial, pemulihan ekonomi dan alokasi pendanaan
terkait program melalui perangkat daerah.

Sutiaji menjelaskan dampak pandemi yang memengaruhi perekonomian hingga menimbulkan pengangguran, perlu kebijakan dan strategi. Realisasinya melalui bantuan sosial, penyuluhan dan bimbingan bagi pencari kerja. Bursa kerja pun menjadi solusi dipadukan dengan pelatihan.(OL-2)

 

BERITA TERKAIT