04 October 2021, 13:12 WIB

Banjir dan Tanah di Longsor Luwu, 12 Ribu Warga Terisolir dan 127 Orang Mengungsi


Lina Herlina | Nusantara

SEBANYAK 12 ribu warga di Kecamatan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan terisolir akibat longsor yang terjadi, Minggu (3/10) pukul 16.30 Wita, dan 127 warga lainnya mengungsi akibat banjir bandang yang terjadi di Walenrang Utara dan Timur, Kabupaten Luwu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Rahman Mandari, Senin (4/10) menyebutkan jika banjir bandang dan tanah longsor terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi terjadi terus-menerus dan air di Sungai Batusitanduk meluap.

"Banjir dan tanah longsor terjadi di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, Lemasi dan Lemasi Timur," sebut Rahman.

Sebelumnya, pihak BPBD Kabupaten Luwu melaporkan, ada empat orang hilang atas peristiwa tersebut. Dari keempat orang tersebut, satu telah ditemukan dalam kondisi selamat dan tiga lainnya masih dalam pencarian.

Selain itu, ada 20 orang yang sebelumnya dirawat secara intensif di Puskesmas Lamasi kini telah kembali ke kediaman masing-masing.

BPBD Kabupaten Luwu juga mencatat kerugian materil sementara ada empat unit rumah rusak berat, dua unit rumah hanyut dan 60 unit rumah terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar antara 1-3 meter.

Dalam upaya percepatan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut, BPBD Kabupaten Luwu telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan bersama-sama tim gabungan membantu warga untuk evakuasi ke tempat yang lebih aman

Beberapa bantuan logistik dan peralatan juga telah didistribusikan BPBD Kabupaten Luwu kepada para penyintas. Kendati demikian, tenda pengungsi dan logistik lainnya masih menjadi hal yang sangat dibutuhkan.

Terpisah, Kepala BPBD Provinsi Sulsel, Muhammad Firda menyampaikan, pihak Pemprov Sulsel sudah menurunkan tim reaksi cepat (TRC) ke Luwu.

"Tadi malam, tim TRC BPBD Provinsi sudah diturunkan untuk membantu proses evakuasi sekaligus membawakan bantuan logistik," kata Firda sembari menambahkan, jika logistik yang dikirim berupa pangan, family kit, shelter kit dan perlengkapan bayi.

Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan informasi prakiraan cuaca bahwa hujan lebat dengan disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan hingga Senin (4/10).

Di samping itu, BMKG juga menyatakan bahwa wilayah Sulawesi Selatan masuk dalam kategori ‘waspada’ terkait potensi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

Menindak lanjuti adanya prakiraan cuaca tersebut, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan telah meneruskan informasi peringatan dini kepada BPBD Kabupaten/Kota dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman bencana yang dapat dipicu oleh faktor cuaca. (LN/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT