03 October 2021, 16:55 WIB

Warga Bersihkan Sampah Sisa Banjir Pegunungan Meratus


Denny S | Nusantara

DALAM sepekan terakhir ratusan warga di empat desa di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, bergotong royong membersihkan sampah dan kayu sisa bencana banjir bandang awal 2021 lalu. Volume sampah pascabanjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah mencapai 15 ribu ton.

Aksi pembersihan sampah berupa plastik, bambu hingga gelondongan kayu di sepanjang daerah aliran sungai Hantakan tersebut melibatkan sedikitnya 200 warga di empat desa yaitu Hantakan, Alat, Batu Tunggal, dan Baru (Waki). Kegiatan ini merupakan kerja sama organisasi lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan UNDP.

"Nama kegiatan ini restore response toward covid-19 resulience, bertujuan untuk memberdayakan warga korban banjir dan terdampak covid 19. Ada sekitar 200 orang yang terlibat termasuk para relawan," ujar Solfani, Koordinator Lapangan Program Restore, Minggu (3/10).

Dalam sepekan, kegiatan aksi pembersihan sampah sungai ini berhasil mengangkat ratusan ton sampah dan kayu di sepanjang daerah aliran sungai Hantakan. Sampah sungai yang tidak bisa dimanfaatkan dikirim ke TPA, sedangkan sampah kayu diolah atau dijual dan hasilnya untuk kas desa.

Kegiatan pembersihan sampah sungai ini ditargetkan selesai November mendatang. Bencana banjir bandang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Januari 2021 lalu melanda 10 kecamatan dan sebanyak 161 desa terdampak banjir. Tercatat 1.219 orang terpaksa mengungsi dan 10 orang tewas akibat diterjang banjir bandang.

Kecamatan Hantakan menjadi salah satu daerah terparah dilanda banjir bandang dan longsor. "Ada 15 ribu ton sampah yang menumpuk pasca bencana lalu. Sebagian kita tangani lewat bank sampah," tutur Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ahmad Yani.

Pantauan Media, sampah sungai berupa kayu dan pohon bambu masih banyak tersisa di sepanjang daerah aliran sungai di Kecamatan Hantakan. (DY/OL-10)

BERITA TERKAIT