02 October 2021, 15:45 WIB

Ratusan Peternak Ayam Petelur di Kota Tasikmalaya Terancam Bangkrut


Kristiadi | Nusantara

TURUNNYA harga telur yang terjadi selama dua bulan di berbagai wilayah di Priangan Timur, termasuk di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengancam para peternak gulung tikar. Penurunan harga telur membuat para peternak menjual 1.200 ayam kepada para bandar karena tidak sanggup membeli pakan.

Seorang peternak ayam petelur, Maesih, 56, warga Kampung Sukasirna, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Kawalu, mengatakan, harga telur sekarang sudah Rp13 ribu di dalam kandang. Di sisi lain, harga pakan sudah tiga kali mengalami kenaikan membuat para peternak mengalami kebingungan.

"Penurunan harga telur membuat peternak di Kota Tasikmalaya terpaksa harus menjualnya ke bandar dengan harga yang sangat murah sebesar Rp12 ribu. Ini karena selama ini saya tidak sanggup memberikan pakan mengingat harga mahal dengan harga normal di Rp285 ribu per karung berat 50 kg," katanya, Sabtu (2/10).

Ia mengatakan, kenaikan harga pakan yang terjadi sekarang ini sudah tiga kali perubahan dari Rp285 ribu naik Rp300 ribu, lalu naik Rp320 ribu, dan untuk saat ini jatuh di Rp345 ribu per karung. Namun, harga telur sekarang sudah Rp13 ribu per kg di kandang. Jika harganya Rp15 ribu pun tidak akan sebanding dengan harga pakan apalagi biaya produksi.

"Anjloknya telur dan naiknya harga pakan saat ini membuat para petani menelan kerugian dan banyaknya peternak ayam petelur terancam gulung tikar. Idealnya penjualan telur itu di dalam kandang harus di Rp18 ribu atau Rp19 ribu per kg baru para petani akan mengalami keuntungan guna membeli pakan," ujarnya.

Menurutnya, dirinya mengaku ayam petelur di kandang awalnya sebanyak 1.800 ekor dan sekarang tersisa 740 ekor karena sejak dua bulan terakhir harga telur ayam menurun secara drastis hingga sebagian besar ayam sudah dijual karena tidak kuat memberikan pakan dan sekarang harus mengutang. Sejak lima tahun dirinya membuka usaha sebagai peternak ayam petelur tetapi baru kali ini mengalami terpuruk.

Baca juga: Peternak Ancam Lepaskan Ribuan Ayam di Bale Kota Tasikmalaya

"Dulu pernah beberapa kali menurun tapi saat ini paling buruk dan biasanya harga telur paling berada diangka Rp16 ribu sampai Rp17 ribu, tetapi sekarang turunnya secara drastis Rp14 ribu. Para peternak ayam petelur dipastikan mengalami kerugian sangat besar. Kami sendiri sudah menelan kerugian sebesar Rp130 juta dan telah menghabiskan uang gaji pensiunan hingga tabungan," paparnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT