02 October 2021, 14:50 WIB

Gempa Tektonik 4,5 Guncang Kabupaten Garut


Kristiadi | Nusantara

GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 4,5 telah mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (2/100 pukul 13.34 WIB. Pusat gempa terjadi di 118 kilometer barat daya Kabupaten Garut dengan kedalaman 10 kilometer. Kejadian itu tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Garut dan dari hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan M=4,5. Episenter terletak pada koordinat 8.13 LS dan 107.35 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 118 km barat daya Kabupaten Garut Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer.

"Untuk jenis dan mekanisme gempa bumi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas pensesaran di laut pada bagian dalam dari lempeng Eurasia," katanya, Sabtu (2/10) dari keterangan resmi. Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi dirasakan di wilayah Cisompet, Pamengpeuk, Cijulang, Singajaya, Karangnunggal dengan Skala Intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah terasa seakan truk berlalu.

Sedangkan, di Pangalengan, Cisurupan, Bayongbong dengan Skala Intensitas II-III MMI yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda ringan yang digantung bergoyang, sampai getaran dirasakan nyata dalam rumah terasa seakan truk berlalu. Di wilayah Cilawu, Cikajang, Samarang, Kertasari, Manonjaya terasa gempa Skala Intensitas II MMI yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda ringan yang digantung bergoyang.

"Gempa bumi susulan hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. Kami meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan hindari dari bangunan yang retak dan rusak diakibatkan oleh gempa bumi," ujarnya.

Menurutnya, seluruh masyarakat harus memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang telah terjadi karena dapat membahayakan. Namun, sekarang harus dipastikab kestabilan bangunan sebelum kembali ke rumah.

"Sampai sekarang kami belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Memang hasil dari monitoring BMKG di gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami dan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan," paparnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT