01 October 2021, 16:58 WIB

Tujuh Tewas dalam Tanah Longsor Padang Pariaman


Mediaindonesia.com | Nusantara

TUJUH orang tewas dalam tanah longsor yang dipicu oleh badai besar di Pulau Sumatra. Pihak berwenang memperingatkan curah hujan yang terus berlanjut dapat menyebabkan pergerakan tanah lebih lanjut pada Jumat.

Sehari setelah tanah longsor melanda dua rumah yang berdekatan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, pada Rabu, tujuh mayat ditarik keluar dari lumpur dan satu orang diselamatkan hidup-hidup dengan kondisi patah tulang. "Semua korban telah ditemukan setelah kami dapat menggunakan alat berat kemarin sore," kata pejabat badan penanggulangan bencana setempat, Rumainur, kepada AFP, Jumat (1/10).

Pihak berwenang memperingatkan warga untuk tetap waspada karena hujan lebat di daerah itu akan berlanjut hingga Sabtu. "Harap waspada terhadap bahaya gerakan tanah yang dipicu oleh curah hujan," kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Abdul Muhari dalam suatu pernyataan Jumat.

Lebih dari 300 rumah dan 80 hektare sawah di Padang Pariaman terendam. Angin kencang juga merusak rumah, kios, kendaraan, serta merobohkan pohon.

Pemerintah setempat telah mengumumkan keadaan darurat selama 14 hari dan membuka dapur umum. Di ibu kota Provinsi Sumatra Barat, Padang, lebih dari 400 orang telah dievakuasi setelah hujan lebat menyebabkan banjir di kota.

Tanah longsor dan banjir bandang yang fatal sering terjadi di seluruh Indonesia selama musim hujan yang dimulai pada September di Sumatra. Bencana sering disebabkan oleh deforestasi dan perencanaan mitigasi yang buruk, menurut para pemerhati lingkungan.

Pada April tahun ini, lebih dari 200 orang tewas di gugusan pulau-pulau di timur jauh di Indonesia dan Timor Leste yang bertetangga akibat Topan Tropis Seroja. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT