30 September 2021, 15:17 WIB

Pertumbuhan UMKM Naik Pesat, Lalamove Bidik Surabaya


Siswantini Suryandari | Nusantara

SUBURNYA iklim usaha di Surabaya menyebabkan pertumbuhan UMKM di ibu kota Provinsi Jawa Timur terus meningkat. Hingga September tahun ini terdapat 40.679 UMKM di Surabaya.

Suburnya iklim pengembangan UMKM di Surabaya ini sangat berguna untuk menjadi motor ekonomi masyarakat. UMKM diharapkan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pemulihan ekonomi, khususnya di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Hal itu menyebabkan Lalamove perusahaan teknologi yang melayani pengiriman instan (on-demand) terkemuka di Indonesia memperluas layanannya ke Surabaya.
 
"Hal ini menjadi pertimbangan kami untuk mengoptimalkan ekosistem logistik bisnis lokal dengan layanan pengiriman instan Lalamove," tutur Andi M. Rizki, Andi M. Rizki, City Director Lalamove Indonesia, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/9).

Apalagi dalam beberapa bulan terakhir kebutuhan pengiriman ke Surabaya terus meningkat terutama dari sektor UMKM. Dengan peluncuran baru di kota Surabaya ini,

Mulai Oktober tahun ini sekitar 5000 mitra pengemudi yang terdaftar saat ini, baik motor, MPV, Van dan Pickup Bak siap melayani masyarakat Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya yang membutuhkan layanan pengiriman instan yang dapat diandalkan.

Jumlah mitra pengemudi akan terus bertambah, seiring dengan proses verifikasi yang masih berlangsung hingga saat ini.
Andi M. Rizki, mengakui saat ini Surabaya merupakan pusat bisnis terbesar kedua di Indonesia dan memiliki sebaran UMKM yang sangat tinggi.

baca juga: Jasa pengiriman barang

Kehadiran Lalamove akan membantu memperkuat bisnis para pengusaha UMKM tersebut dan tentunya akan mampu juga melayani seluruh kebutuhan pengiriman instan masyarakat.

"Seperti di kota-kota lainnya kami mengajak UMKM dan juga Business Corporate untuk terus berkembang dengan layanan instant delivery. Untuk UMKM, kami menargetkan 30% pasar UMKM di Surabaya bisa memanfaatkan layanan kami. Dengan begini, kami berharap bisa
membantu transformasi UMKM dari konvensional ke digital dalam proses instant delivery," tambah Andi M. Rizki. (N-1)

 

 

BERITA TERKAIT