29 September 2021, 21:20 WIB

Indonesia Dibangun Atas Keberagaman


Ardi Teristi | Nusantara

MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan Indonesia dibangun dengan  
kesepakatan atas keberagaman masyarakatnya. Oleh sebab itu, Indonesia tidak  mungkin berdiri tanpa perjuangan dari rakyat yang memiliki beragam agama.

Ia menegaskan, tidak ada satu kelompok pun yang boleh mengklaim paling
memiliki Indonesia atas nama satu agama. "Negeri ini milik kita semua, kita punya kewajiban menjaganya," tegasnya saat mencanangkan Desa Sadar
Kerukunan Umat Beragama di Padukuhan Karanggede, Kelurahan Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kerukunan umat beragama, lanjut Menteri, sudah menjadi ciri khas rakyat
Indonesia. Melalui pencanangan ini, ia ingin mempertegas kembali desa sadar kerukunan.

"Sejarah negeri ini panjang. Negeri ini dibangun dari perbedaan, yang
berbeda menjadi kekuatan," papar dia.

Gus Yaqut mengutip pesan dari Kiai Mustofa Bisri : sing waras ojo ngalah (orang waras jangan mengalah).

Artinya, paparnya, kalau orang waras selalu mengalah, yang akan terjadi adalah mereka yang tidak waras akan menang dan merasa paling berhak atas negeri ini.

Menag mengatakan, golongan agama mayoritas lalu menekan yang minoritas
tidak boleh terkadi. Seharusnya, mayoritas melindungi minoritas, sesuai
agama masing-masing.

"Semakin banyak suatu golongan, seharusnya mereka semakin melindungi yang minoritas," tegas dia.

Indonesia dengan keberagaman agama, lanjut Menag, adalah sebuah keniscayaan dan tidak mungkin dihindari. Keberagaman dan perbedaan itulah yang menjadi kekuatan bangsa ini dalam melawan dan mengusir penjajah dan kolonialisme. (N-2)

 

BERITA TERKAIT