29 September 2021, 16:23 WIB

Vaksinasi Covid-19 Untuk Pelajar Di Cimahi Terkendala Izin Orang Tua


Depi Gunawan | Nusantara

CAPAIAN vaksinasi Covid-19 bagi pelajar di Kota Cimahi, Jawa Barat belum sesuai yang diharapkan. Dari target sasaran sekitar 21.000 lebih pelajar SMP, saat ini ada 18.920 orang yang sudah divaksin dan 1.683 belum divaksin.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Harjono mengakui, masih banyak kendala terkait vaksinasi pelajar, paling banyak alasannya karena larangan dari orang tua.

"Karena tidak diizinkan orang tua, baru sembuh Covid-19, sakit, atau tak lolos saat proses skrining. Tapi paling dominan pelajar yang belum divaksin karena tidak diizinkan orang tua," katanya, Rabu (29/9).

Menurut Harjono, para pelajar sebelumnya sudah dipanggil untuk divaksin Covid-19. Namun tetap saja ada yang menolak dengan alasan larangan dari orang tua karena mereka khawatir dengan efek sampingnya.

Hal ini menjadi dilematis bagi Disdik sebab salah satu syarat vaksin bagi pelajar yaitu harus mendapat izin orang tua. Terkait kendala itu, lanjut dia, menjadi tugas dan tantangan bagi pihaknya untuk terus melakukan edukasi agar para remaja tersebut bisa segera divaksin.

Disamping pelajar tingkat SMP, vaksinasi Covid-19 juga menyasar siswa SD dan pelajar paket A yang sudah berusia 12 tahun yang mencapai sekitar 5.800 orang. Agar berjalan lancar, Disdik akan menyebarkan google form untuk mengecek siswa yang diizinkan atau tidak oleh orang tua untuk divaksinasi.

"Sasaran per sekolah kita sudah tahu berapa banyak. Jadi tinggal memilah, mana yang diizinkan atau tidak," ujarnya.

Harjono memastikan, vaksin Covid-19 aman dan halal. Oleh karena itu bagi siapapun yang belum divaksin diharapkan segera mendatangi tempat-tempat vaksinasi. "Vaksin dipastikan aman dan halal, jangan khawatir," jelasnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT