28 September 2021, 17:37 WIB

Dipicu Hujan Deras, Kampung Cidadap Dilanda Pergerakan Tanah


Benny Bastiandy | Nusantara

SEJUMLAH titik di Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilanda pergerakan tanah hingga berpotensi longsor. Sedikitnya tiga rumah mengalami kerusakan dan belasan lain dalam kondisi terancam.

Kepala Desa Cidadap, Budiman, mengatakan warga yang terdampak bencana pergerakan tanah salah satunya di Kampung Cikekep RT 06/03. Pergerakan tanah dipicu hujan deras pada Minggu (26/9) pukul 23.00 WIB dengan interval waktu cukup lama.

"Sejak Minggu siang wilayah kami diguyur hujan. Nah pada pukul 11 malam terjadi pergerakan tanah," kata Budiman, Selasa (28/9).

Rumah yang terdampak mengalami kerusakan terutama pada dinding tembok yang mengalami retak cukup besar.
"Retakan pada dinding tembok makin membesar karena tanah terus bergeser. Kondisi tanah juga sudah turun (ambles)," sebut Budiman.

Selain permukiman, kata Budiman, terdapat juga lahan persawahan maupun bangunan masjid yang ikut terdampak. Budiman memperkirakan areal yang terdampak pergerakan tanah seluas lebih kurang 1 hektare.

"Kami mempersiapkan evakuasi warga karena khawatir akan kembali turun hujan yang berdampak tanah akan longsor. Kami mengungsikan sementara ke rumah saudara atau tetangga terdekat yang lebih aman," tegasnya.

Hasil cek lokasi, sebut Budiman, setidaknya terdapat 10 keluarga yang terdampak pergerakan tanah. Namun untuk memastikan, perlu dicek kembali bersama BPBD dan unsur lain karena tidak menutup kemungkinan masih ada rumah rusak yang belum terdata.

"Ada juga pabrik padi yang terdampak. Kemungkinan nilai kerugian cukup besar. Apalagi ada bangunan rumah yang masih baru. Nanti kami asesmen lagi. Tapi perkiraan lebih dari Rp100 juta," ungkapnya.

Baca juga: Saung Pembibitan Ikan di Tasikmalaya Ambruk, Dua Meninggal Dunia

Budiman mengaku sudah melaporkan pergerakan tanah ini ke BPBD Kabupaten Cianjur dan Dinas Sosial. Sebelum datang bantuan dari Pemkab Cianjur, pemerintah desa setempat membantu warga memenuhi kebutuhan logistik dengan menyalurkan sembako. "Kebutuhan mendesak warga yang diperlukan di antaranya sembako dan tenda besar yang bisa menampung sekitar 20 orang," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT