28 September 2021, 14:25 WIB

Kasus Rabies masih Ditemukan di Kalimantan Tengah


Surya Sriyanti |

KALIMANTAN Tengah menjadi wilayah endemis rabies. Sepanjang 2021, sudah ada 9 kasus warga terkonfirmasi positif rabies.

Wakil Gubernur Edy Pratowo mengungkapkan hal itu pada Peringatan
Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) Tahun 2021, Selasa (28/09).

"Kasus rabies selalu berakhir fatal saat tanda klinis sudah muncul. Lebih dari 40% laporan kasus terjadi pada anak-anak," ujarnya.

Edy juga  mengatakan, penyakit rabies adalah penyakit hewan menular yang bersifat zoonosis alias dapat menular kepada manusia. Penyakit ini sangat berisiko menyebabkan kematian apabila tidak cepat ditangani.  Pemeriksaan juga diperlukan dari sampel otak anjing pada kasus gigitan hewan pembawa rabies (GHPR).

"Melalui vaksinasi rabies pada hewan pembawa rabies, terutama anjing,
dengan cakupan minimal 70% di wilayah tertular akan bisa melindungi masyarakat dari ancaman rabies," jelasnya .

Di bagian lain mantan Bupati Pualng Pisau ini menjelaskan,  
penanggulangan penyakit rabies memerlukan pendekatan One Health, yaitu
kerja sama dan komitmen lintas sektor, yang terdiri dari kesehatan
manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan.

"Upaya mengendalikan rabies pada hewan harus dilakukan, di antaranya
melalui gerakan vaksinasi rabies massal secara berkelanjutan,
pengendalian populasi HPR, dan pengaturan lalu lintas HPR, serta
strategi komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat," tandasnya. (N-2)

 

BERITA TERKAIT