28 September 2021, 14:21 WIB

Dua Tewas, Pencarian Korban Longsor di Karo Terhalang Cuaca Buruk


Puji Santoso | Nusantara

TIM Basarnas Sumatra Utara dibantu tim petugas kepolisian dan TNI di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Selasa (28/9), terus berupaya melakuan pencarian terhadap dua dari lima pekerja proyek yang tertimbun tanah longsor di Desa Sugihen Kecamatan Dolat. Tim itu berhasil menemukan salah satu korban meninggal dunia pada hari ini dan dua korban pada Minggu (26/9). 

"Hari ini tim menemukan satu korban dalam kondisi sudah meninggal dunia," kata Kepala Humas Basarnas Kota Medan, Sariman Sitorus. Untuk identitas korban meninggal dunia, kata dia, ialah Reza berusia 19 tahun. Menurut dia, tim gabungan terus melakukan upaya pencarian dua korban yang masih dinyatakan hilang.

Seperti diketahui, lima pekerja proyek di Desa Sugihen Kecamatan Dolat, Kabupaten Karo, tertimpa longsor, yang terjadi pada Minggu (26/9). Dua dari lima pekerja proyek perbaikan penahan tebing dan saluran pembuangan air dari desa sudah ditemukan. Namun, satu di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Korban yang ditemukan hidup sudah dibawa ke pengobatan tradisional karena mengalami patah kaki. Sedangkan korban yang ditemukan meninggal dunia sudah dibawa ke rumah sakit terdekat. "Korban meninggal dunia sudah dilarikan ke RSUD Kabanjahe," ungkapnya.

Menurut Sariman, longsor diduga terjadi akibat kondisi tanah yang tidak stabil. Saat peristiwa terjadi tidak ada hujan turun.

Sariman mengungkapkan para korban yang berhasil selamat diketahui identitasnya antara lain Riswan, 23, warga Tanah Seribu, Binjai. Sedangkan yang meninggal dunia ialah Agus, 22, warga Tanah Seribu, Binjai, dan Reza, 19, juga warga Tanah Seribu, Kota Binjai. 

Dua korban lain yang sampai berita ini dibuat sedang dalam proses pencarian tim ialah Rehan, 19, dan Riyan, 21. Keduanya juga warga Kelurahan Tanah Seribu, Kota Binjai.

Proses pencarian terhadap dua korban yang masih hilang itu hari ini sempat dihentikan, karena faktor cuaca yang dinilai kurang mendukung. Suasana lokasi bencana longsor yang berat membuat petugas dari tim gabungan masih kesulitan menemukan para korban lain itu.

Baca juga: Proyek Tol Trans Sumatra Seksi Bengkulu-Taba Penanjung Rampung Desember Ini

Danramil 02/TP Kapten Inf Ghandi Hartanto didampingi Kapolsek Tiga Panah Ajun Komisaris Halashon Sihotang menjelaskan proses pencarian dihentikan sementara pada pukul 09.30 WIB karena pertimbangan faktor keamanan tim. Cuaca hujan disertai titik air rapat yang kurang mendukung. "Pencarian akan tetap dilanjutkan jika cuaca tidak berisiko dan mengancam keselamatan dari anggota gabungan tim pencari/evakuasi," ujarnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT