28 September 2021, 07:50 WIB

Jumlah Kasus Positif Covid-19 di DIY Turun Signifikan


Agus Utantoro | Nusantara

SITUASI pandemi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) makin melandai. Pemprov DIY mengklaim penyebaran virus korona sudah dapat dikendalikan.

Juru Bicara Pemprov DIY untuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan, penambahan angka kasus sembuh Covid-19, kini selalu lebih tinggi dibanding dengan penambahan positif covid-19.

Pada Senin (27/9), ujarnya, kasus terkonfirmasi covid-19 sebanyak 60 kasus, sedangkan penambahan kasus sembuh sebanyak 156 kasus.

Menurut Berty, penambahan terkonfirmasi positif covid-19 itu tertinggi di Kabupaten Sleman sebanyak 21 kasus kemudian Kabupaten Gunungkidul 19
kasus, Kabupaten Bantul15 kasus, Kota Yogyakarta tambah 3 kasus dan Kabupaten Kulonprogo 2 kasus.

"Total kasus terkonfirmasi positif civid-19 di DIY menjadi 154.616 kasus," kata Berty, Selasa (28/9).

Dikatakan, saat ini kasus aktif di DIY masih 1.761 kasus dan secara umum positive rate di DIY sebesar 0,81 persen. Sedangkan penambahan kasus sembuh sebanyak 156 kasus.

Distribusi kasus sembuh menurut domisili, kata Berty, Kabupaten Kulonprogo 66 kasus, Kabupaten Bantul 39 kasus, Kabupaten Sleman 33 kasus, Kota Yogyakarta 15 kasus dan Kabupaten Gunungkidul 3 kasus. Dengan bertambah 156 yang sembuh, total kasus sembuh di DIY menjadi 14.678 kasus.

Penambahan kasus meninggal katanya, tercatat sebanyak 6 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi  5177 kasus.

Isoter Sepi

Juru Bicara Pemkab Sleman untuk Satgas Covid-19, Shavitri Nurmala Dewi mengemukakan tempat-tempat isolasi terpusat (isoter) di kabupaten Sleman mulai kosong. Dari tujuh tempat isolasi terpusat, jelasnya 3 tempat saat ini kosong atau tak ada yang dirawat. Sedang 4 lainnya masih terisi.

Shavitri menjelaskan tujuh tempat isolasi terpusat yang kini kosong adalah Asrama Haji yang memiliki 137 tempat tidur, Asrama Unisa dengan 78 tempat tidur dan Rusun UNY Wedomartani yang memiliki 76 tempat tidur.

Sedangkan yang masih terisi, tempat isoter Rusun Gemawang yang memiliki 107 tempat tidur yang tersedia hanya terisi 2 tempat tidur, Asrama UII dengan  69 tempat tidur, hanya terisi 2, Rusun ASN PUPR BBWSO yang memiliki 136 tempat tidur, terisi  13 dan PIAT UGM yang memiliki 76 tempat tidur, saat ini hanya terisi 3.

"Jadi di Sleman, tersedia 679 tempat tidur yang tersebar di 7 tempat isoter, yang terisi hanya 20 tempat tidur atau hanya 2,95 persen saja," katanya. (OL-13)

Baca Juga: BP Batam Luncurkan Sistem Perizinan Online Terpadu

 

BERITA TERKAIT