27 September 2021, 21:25 WIB

Bantu Tujuh Desa Kekeringan, BPBD Klaten Gelontor Air Bersih Total 588 Tangki


Djoko Sardjono | Nusantara


MEMASUKI musim hujan, warga tujuh desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau masih terus digelontor bantuan air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Tujuh desa yang mendapat pengedropan air bersih itu tersebar di empat
kecamatan, yakni Desa Sidorejo, Tlogowatu, dan Tegalmulyo di Kecamatan
Kemalang; Desa Bandungan di Kecamatan Jatinom; Desa Kanoman di Kecamatan Karangnongko; Desa Wiro dan Ngerangan di Kecamatan Bayat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Rujedi Endro Suseno, mengatakan Senin (27/9), tujuh desa yang kekeringan akibat kemarau itu digelontor air bersih sejak 4 Juni 2021.

Hingga saat ini pengedropan bantuan air bersih ke tujuh desa kekeringan itu total mencapai 588 tangki atau 2.940.000 liter. Dari jumlah itu,  disalurkan ke Desa Sidorejo 145 tangki, Tlogowatu 80 tangki, Tegalmulyo 146 tangki, Bandungan 59 tangki, Kanoman 27 tangki, Wiro 18 tangki, dan Ngerangan 113 tangki.

Menurut Rujedi, kegiatan pengedropan air saat ini masih dilakukan oleh BPBD Klaten lantaran sumber air di tujuh desa di kawasan lereng Gunung Merapi  dan Bukit Seribu Gunungkidul itu belum dapat dimanfaatkan. Pun bak penampungan air hujan di Desa Sidorejo, Tlogowatu, dan Tegalmulyo masih kering.

"Terkait anggaran untuk penanganan daerah rawan kekeringan tahun ini,
BPBD Klaten menyiapkan anggaran Rp241 juta. Anggaran ini untuk kegiatan
pengedropan air sebanyak 750 tangki. Realisasinya hingga saat ini telah
mencapai 78,4% atau 588 tangki," jelasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT