24 September 2021, 21:20 WIB

Nilai-Nilai Budaya Kunci Kekuatan Hadapi Globalisasi


Ardi Teristi | Nusantara


STAF Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi dan Media Massa, Widodo Muktiyo mengatakan, kekuatan budaya yang dimiliki suatu bangsa akan menjadi kunci dalam menghadapi globalisasi.

"Nilai-nilai kebudayaan dan kebangsaan menjadi modal penting dalam
perkembangan globalisasi," ujarnya dalam seminar bertema : Tantangan Budaya dalam Melawan Globalisasi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo secara daring, Jumat (24/9).

Di dalam kebudayaan itu, lanjut dia, nilai-nilai nasionalisme kebangsaan bersemayam dan dapat diaplikasikan dalam bidang ekonomi, politik, sosial, maupun yang lain.

Widodo juga menyinggung perilaku koruptif, radikal, dan intoleransi yang tidak menggambarkan nilai-nilai kebudayaan yang luhur. Perilaku negatif tersebut mengakibatkan munculnya kesenjangan sosial dan
mengancam keutuhan bangsa.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menyoroti perkembangan
teknologi informasi dan digital yang sangat pesat. Akibatnya, jarak menjadi tereliminasi sehingga bumi yang besar menjadi kecil layaknya kampung. Berbagai informasi dapat menyebar dalam waktu sangat cepat ke segala penjuru dunia.

"Segala macam hal dapat terkoneksi dengan sangat cepat dan mengalami
perubahan yang sangat radikal," tandasnya, dalam acara yang sama.

Ia pun menekankan pentingnya nilai budaya dan kebangsaan disebarkan lewat dunia, lewat gadget. Pada saat bersamaan, kecerdasan digital juga harus dibangun untuk mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Kemajuan teknologi telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang luar biasa. Untuk mengantisipasinya, setiap negara pun membuat standar atau nilai berbeda untuk mengatur perilaku dalam pemanfaatan teknologi informasi.

Ia pun sependapat, nilai budaya harus menjadi tameng pelindung bagi semua orang, khususnya anak-anak muda yang sudah melek digital. "Nilai budaya dan kebangsaan haruslah disebarkan lewat media yang sama. Lewat gadget," papar dia.

Melalui nilai budaya itulah, infiltrasi perilaku negatif yang ditimbulkan akibat perkembangan teknologi informasi dapat diredam laiknya sebuah tameng pelindung. (N-2)

BERITA TERKAIT