24 September 2021, 20:25 WIB

Tingkatkan Imun, Dekranasda NTT Luncurkan Minuman Berbahan Kelor


Palce Amalo | Nusantara

DEWAN Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur (NTT)
bersama Dapur Kelor Indonesia meluncurkan minuman berbahan daun kelor
bernama Haydrink, Jumat (24/9).

Peluncuran dilakukan serentak di 19 lokasi di Kota Kupang oleh Ketua
Dekranasda NTT, Julie Laiskodat.

Kelor yang merupakan makanan super atau super food memiliki kandungan gizi dan vitamin yang sangat bagus bagi tubuh terutama di masa pandemi covid-19.

Tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga dapat meningkatkan
daya tahan tubuh terhadap radikal bebas dan penyakit. Minuman ini
ditawarkan dengan 10 cita rasa antara lain Moringa Moccacino, Moringa
Gincer, Moringa oTaro, dan Morainga Tiramisu.

"Brand Haydrink ini merupakan waralaba berbasis kelor pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Kami mengusung konsep minuman kelor dengan berbagai cita rasa yang sangat cocok dengan kalangan milenial saat ini," kata Julie Laiskodat.

Prosesnya mulai dari awal inisiasi kemudian dilanjutkan dengan
penjaringan peserta, pelatihan berkolaborasi dengan Bank BRI, Grab dan
pelatihan untuk meracik minuman dan terakhir adalah peluncuran.

Peserta yang mengikuti Program Haydrink ini adalah kaum milenial di Kota Kupang. Mereka hanya melampirkan KTP, foto lokasi penjualan beserta beberapa persyaratan untuk pembukaan tabungan di Bank BRI serta
pembayaran dengan menggunakan aplikasi pembayaran non tunai.

Program ini juga berkolaborasi dengan jasa transportasi online Grab yang memiliki fitur GrabFood sehingga dapat memudahkan dalam melakukan
pemesanan produk dari mana saja.

Menurut istri Gubernur NTT Viktor Laiskodat, itu, tujuan dari program
Haydrink ini adalah untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan
meningkatkan kecakapan kaum milenial dalam berwirausaha.

Selain itu, program juga bertujuan mengembangkan Kelor NTT.
Dari berbagai penelitian, kualitas kelor di NTT disebutkan nomor dua
terbaik di dunia setelah kelor dari Kepulauan Canary di Spanyol.

Menurut Julie Laiskodat, program ini sejalan dengan program Pemerintah
Provinsi NTT untuk mengembangkan Kelor sebagai salah satu komoditas
unggulan untuk mewujudkan NTT bangkit, NTT sejahtera. NTT dengan 3.026
desa memiliki potensi yang luar biasa dan akan memberikan dampak luar
biasa bagi masyarakat jika kelor dikembangkan dengan baik

Salah satu dari 19 booth Haydrink tersebut ditempatkan di Kampus
Politeknis Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang yang dikelola oleh lima mahasiswa dari Jurusan Farmasi. Gerai mereka dilengkapi gerobak, mesin cup sealer, blender, dan gelas.

"Fasilitas ini sangat membantu kami. Hasil penjualan 100% untuk kami," kata Dedi Dasat pemilik Boot Haydrink yang juga mahasiswa semester V Jurusan Farmasi.

Endang Harto dari Dapur Kelor mengatakan bahan baku kelor untuk minuman
didatangkan dari petani kelor di wilayah Kabupaten Malaka dan Desa
Noelbaki di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

"Petani kelor punya home industri yang menyediakan tepung kelor," kata Endang.

Untuk saat ini Haydrink di Kota Kupang akan dijadikan proyek percontohan untuk selanjutnya dapat dikembangkan di seluruh wilayah NTT. Provinsi ini memiliki potensi kelor yang berlimpah.

Endang menambahkan saat ini ada beberapa daerah yang menyatakan berminat untuk mengembangkan program serupa seperti di Kabupaten Belu dan Malaka. (N-2)

 

BERITA TERKAIT