23 September 2021, 15:10 WIB

Dinkes Lembata Persiapkan Langkah Waspadai Klaster PTM


Alexander P. Taum | Nusantara

KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dr Manto Beyeng, Kamis (23/9/2021) menyebut, sejak wilayah tersebut memberlakukan Pembelajaran tatap muka (PTM) dua pekan silam, pihaknya belum menemui pengaduan adanya pelajar yang terkonfirmasi Covid-19.

Meski begitu, pihaknya terus mewaspadai adanya klaster baru covid-19 dari proses PTM.

"Hari ini saya gelar rapat internal guna memaksimalkan antisipasi adanya klaster pembelajaran tatap muka," ujar dr Manto Beyeng, Kamis (23/9)

Dirinya menyebut, antisipasi adanya klaster PTM ini diantaranya, dengan mewajibkan setiap Sekolah untuk menyediakan deteksi suhu bagi setiap siswa dan guru yang masuk sekolah, serta cara termuda deteksi penyebaran covid-19 serta cara antisipasi cepat agar tidak menjadi cluster baru covid-19.

"Kami dapatkan dulu langkah-langkah teknisnya agar memudahkan pencegahan. Prinsipnya kita tidak mau PTM sebagai cluster baru penyebaran wabah Covid-19," ujar dr. Manto

Ia mengatakan, meski vaksin bukan menjadi syarat diberlakukan PTM, namun pihaknya telah menyelesaikan vaksinasi bagi sebagian besar guru dan siswa.

dr. Manto menjelaskan, pihaknya terus mendorong penuntasan vaksinasi bagi guru dan siswa karena belum semua siswa dan guru telah menerima vaksin.

Sementara itu, data diperoleh dari Satgas Covid-19 Kabupaten Lembata menyebut, hingga saat ini hanya 8 warga Lembata dirawat karena terkonfirmasi Covid-19.

Sedangkan, sebanyak 2.162 warga setempat dinyatakan sembuh, sedangkan 53 warga Lembata, meninggal karena Covid-19. (OL-13)

Baca Juga: Jokowi Tinjau Vaksinasi BIN di Cilacap, Titip Pesan Untuk Siswa dan Santri

 

BERITA TERKAIT