23 September 2021, 09:12 WIB

Harga Pinang Naik, Petani di Aceh Gembira


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

PETANI kebun pinang di kawasan Provinsi Aceh kembali bergembira. Pasalnya hasil panen mereka kini memperoleh harga yang sangat menjanjikan.

Hal ini membantu pendapatan petani pekerja dan pemilik kebun pinang. Apalagi di tengah kondisi pandemi covid-19 yang telah berpengaruh besar terhadap roda perekonomian. Kegembiraan para petani itu lantaran sebelumnya harga biji pinang sempat turun. Sebagian dari mereka kala itu harus menunda menjual hasil panen. Setelah harganya kembali meningkat, baru mereka kembali menjual hasil bumi tersebut. Meskipun beratnya menyusut, keuntungannya masih sesuai biaya produksi.

Sesuai penelusuran Media Indonesia, di Kabupaten Pidie, pada Rabu (22/9), harga biji gabah pinang kering jemuran naik mencapai Rp2.000 untuk setiap kilogram. Misalnya dari bulan lalu Rp22.000 per kg (kilogram), kini naik menjadi Rp 25.000 per kg.

"Insya Allah harga biji pinang sudah naik lagi. Mudah-mudahan terus meningkat, atau paling tidak bisa bertahan," kata tokoh masyarakat tani di Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Zulfikar Yacob.

Baca juga: Thailand Inginkan Komoditas Pinang dari Sumatra Utara

Kegembiraan petani setelah harga pinang meningkat bukan saja di Kabupaten Pidie, tapi juga di Kabupaten Bireuen, Aceh Utara dan Aceh Timur. Itu sebabnya warga semakin rajin membersihkan kebun. Bahkan sebagian kebun pinang yang pohonnya sudah tinggi atau usang, sekarang mulai dilakukan peremajaan. Mereka melakukan penyemaian bibit dalam polybag yang dambil dari biji tua dan bagus.

"Harga membaik, petani semakin termotivasi menanam pinang" kata pedagang yang menampung buah pinang di Kecamatan Juli, Husaini MY.(OL-5)

BERITA TERKAIT