22 September 2021, 09:32 WIB

Awal Musim Hujan, Tujuh Desa di Klaten Alami Kekeringan


Djoko Sardjono | Nusantara

TUJUH desa di Klaten, Jawa Tengah, yang mengalami krisis air bersih hingga awal musim hujan ini masih digelontor bantuan air dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Klaten.

Sejak dimulai droping air, 4 Juni 2021, BPBD Klaten hingga sekarang telah menyalurkan 567 tangki untuk membantu warga tujuh desa yang dilanda kekeringan akibat kemarau tahun ini.

Tujuh desa yang mendapat droping air, yakni Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo di Kecamatan Kemalang; Kanoman di Karangnongko; Bandungan di Jatinom; serta Wiro dan Ngerangan di Bayat.

Baca juga: DPR Dukung KLHK dan Polri Berangus PETI di Sulut

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten Rujedi mengatakan droping bantuan air untuk kebutuhan warga tujuh desa kekeringan itu sampai awal musim hujan  ini masih terus dilakukan.

"Pasalnya, sumber air di tujuh desa itu belum berfungsi. Pun bak penampungan air hujan khususnya di Desa Tegalmulyo, Sidorejo, dan Tlogowatu masih kering," kata Rujedi di kantornya, Selasa (21/9).

Hingga saat ini, Desa Tegalmulyo digelontor air bersih 143 tangki, Sidorejo 145 tangki, Tlogowatu 77 tangki, Wiro 18 tangki, Ngerangan 110 tangki, Bandungan 53 tangki, dan Kanoman 21 tangki.

Untuk kegiatan droping air guna membantu kebutuhan warga tujuh desa yang sekarang mengalami kekeringan, BPBD Klaten mengoperasikan tiga mobil tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter.

Terkait anggaran untuk penanganan daerah kekeringan tahun ini, Rujedi menyebutkan Rp241 juta. Anggaran ini untuk kegiatan droping air 750 tangki. Dan, realisasinya kini telah mencapai 567 tangki. (OL-1)

BERITA TERKAIT