22 September 2021, 08:15 WIB

Cakupan Vaksinasi Covid-19 untuk Remaja di NTT Masih Rendah


Palce Amalo | Nusantara

CAKUPAN vaksinasi covid-19 bagi remaja di Nusa Tenggara Timur (NTT) baru mencapai 3,18% atau 18.558 orang untuk dosis pertama dari total sasaran 582.844 orang. Sedangkan vaksinasi dosis kedua untuk remaja tercatat sebanyak 2,07% atau 12.058 orang.

Entomolog Dinas Kesehatan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil NTT Acep Effendi mengatakan cakupan vaksinasi untuk remaja itu masih jauh di bawah kelompok sasaran lainnya.

"Penyebabnya vaksinasi bagi remaja baru dimulai pada 1 Juli 2021 dan pelaksanaanya disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan," ujarnya kepada Media Indonesia, Rabu (22/9).

Baca juga: Ganjar: Sebelum PTM di Jateng Siswa dan Guru Harus Testing Covid-19

Untuk vaksinasi lansia, dari sasaran 405.566 orang, cakupan vaksinasi dosis pertatama telah mencapai 14,56% dan dosis kedua 8,30%.

Cakupan vaksinasi tertinggi terdapat pada tenaga kesehaan yang mencapai 132,12% untuk dosis pertama dan dosis kedua 121,13%. 

"Dari sasaran 32.221 tenaga kesehatan yang sudah divaksin untuk dosis pertama 42.571 orang," ujarnya.

Sedangkan cakupan vaksinasi pelayan publik mencapai 439.512 orang dari sasaran 402.222 orang atau 109,27%, serta cakupan vaksinasi untuk masyarakat umum dan masyarakat rentan dari sasaran 2.408.586 orang, yang sudah divaksin 498.782 orang atau 20,71%.

Menurutnya, secara keseluruhan, dari target 2.831.439 warga NTT yang harus divaksin covid-19, baru mencapai 27,65% atau 1.059.337 orang. 

"Warga NTT yang sudah divaksin lengkap atau dosis pertama dan kedua sebanyak 516.908 orang atau 13,49%. Masih ada 3.314.531 orang atau 86,51% belum mendapat vaksin kedua," ujarnya.

Menurut Acep, persentase pemakaian vaksin covid-19 di NTT tinggi yakni mencapai 85,97%, sedangkan untuk kabupaten dan kota, pemakaian vaksin tertinggi di Kota Kupang 99,35% dan terendah di Rote Ndao 65,88%. 

"Persentase pemakaian vaksin bersifat dinamis setiap hari karena ada pengiriman dan pemakaian di fasilitas pelayanan kesehatan," ujarnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT